Di desember terakhir Ada rasa tak sangka Menyelimut dalam diam Pada hari-hari yang terlalui Bagaimana tidak? Sepertiny…
Mereka-mereka Hanya Berasumsi Bukan Berpikir Selayaknya Pemikir Al kisah... Di sebuah negeri bernama Tekun Berkarya,…
Air yang tergenang Bukan di jalan yang berlubang Namun di aspal yang rata jika dari jauh dipandang Menjadi cermin wajah…
Setengah basah pakaian di badanku Setelah bermainmain hujan di sepanjang jalan melangit mimpi kotaku Rasa lapar pun men…
Minggu sore bersama bapak Yang terbaring pulas di ranjang putih Napasnya satusatu teratur Dengan selang di antara kedua…
Telah kumiliki Indahnya rasa cintaku Apiknya rasa rinduku Terhadapmu Walau tak abadi Tiada sampai sehidup semati …
Bukan karna lahir Tapi Tuhan sedang datang Dari jiwajiwa anak domba Untuk maha karya kerajaan Bapak Layaknya para pence…
Seperti berada dibawah kibaran sarung merdekanya,di negeri ini hal biasa jika sebuah partai politik selama bertahun-tah…
Apa sudah Tiada harum kau cium Aroma bunga dalam genggaman Hingga menurutkan hati ketaman seberang Yang indah dan harum…
Telah kubakar dingin Dalam hujan siang kemarin Membuang resah mendekati desah Bilakah sampai luapan gelora asmara M…
Malam yang meninggi Semakin tingginya di garis langit memapar Di antara sinar bulan yang terselip di sayap angkasa …
Pagi tanpa gerimis Kicau burung walet dan jalak Di tengah kota Idaman tak berjarak Satu lingkungan bagai hutan yang …
Hujan Membawaku pada tiang kota lampu Berjajar berjarak di pinggir jalan parit yang mengecil Di atas lantai tingkat dua…
Di Sumatera Utara Ada pohon beringin tumbang Tapi bukan tumbang karna bencana alam Atau tumbang karna ulah para pemb…
Hujan yang turun Meretas dalamdalam sudut pikiranku Pada seraut wajah Dalam seutas senyum Kedalaman rintik hujan membaw…
Namamu masih terpatri Sebagai kembang yang pernah mekar di hati Pertama kali. Walau tak mampu terpetik Kehadiranmu semp…
Ku pungut satu demi satu Kembang mawar dari taman rindu Bahul lembut menyalin umpama senyum simpul mu Adakah bena minda…
Malam menghitam Awan seakan telanjang Di arak angin Aku diam terhempas badai Memegang luka Yang baru kau sayatkan Pedih…
Hujan masih mendera Pada jalanjalan berlubang Di paritparit yang kian dangkal Dan air itu begitu tenangnya mengalir Bag…
Namamu yang telah membatu dihatiku Kupatri dengan pahat-pahatan syahdu Walau kusadari penuh akan berbuah jadi Cintaku s…
Aku tak mengenalmu Setelah hujan itu reda Kau mulai merendai mata Dengan utas senyum Yang dulu kau gadaikan "K…
Banjir datang tiap hujan yang tanpa jeda Bukan karena saluran air yang mampet Tapi karna semakin berkurangnya tanah r…
telah kubertanya kepada angin malam sampai kapankah dingin ini panjang menikam tajam,menyayat lebam di kala sendiri di …
Di hempas dinginnya malam Anjing kampung berjalan Berpegang erat pada susuran Menatap riak bulan yang mengambang …
Setelah mempertanyakan sinar kepada rembulan di malam ini Jelas sungguh jawabannya hanyalah gulita Yang bertengger apik…
Rintik mencurah Mencabar tiap lubang-lubang Air menyusur mencari jalan pulang Pepohonan kuyup dalam tegar Sesekali angi…
Di negeri ini, Hujan turun bergantian Lalu air konferensi Dengan mengundang sungai untuk naik pangkat Banjir datang…
Dalam secangkir kopi Ada pahitnya kenangan yang menghitam Mengental dalam ampas segala sumpah serapah Tentangmu Dan…
Aku lupa kapan pastinya tapi sepertinya sudah 5tahun atau 7tahun yang lalu, aku melihat ada panggilan masuk tak terjaw…
Di belakang rumah Swamil, di belakang Swamil mengalir sungai yang tua yang menjadi saksi Walau warna sudah berubah cokl…
(1) Apakah musim mekar bunga itu sudah usai Hingga hanya daun-daun kering yang kutemui Dari tangkai yang mungil di uj…
Masih kulihat bukit barisan itu menantang Bagai perempuan yang pasrah dalam posisi telentang Walau pun kutahu kini bu…
Social Plugin