Sugianto tumbuh di lingkungan yang akrab dengan nilai-nilai budaya dan sastra. Dalam diamnya, ia menyerap banyak kisah tentang kehidupan, manusia, dan tanah kelahirannya. Ia tidak selalu tampil di panggung besar, namun karyanya berbicara dengan cara yang sederhana, melalui tulisan, perenungan, dan interaksi hangat dengan masyarakat sekitarnya.
Melalui media sosial, Sugianto menjembatani dunia nyata dan maya. Di laman Facebook,Youtobe,TikTok,Snack dan Instagram-nya, ia berbagi pemikiran,,renungan lewat puisi dan video. menjadikannya ruang dialog kultural yang menginspirasi banyak orang. Di balik setiap unggahan, tersimpan energi seorang seniman yang percaya bahwa keindahan tidak selalu lahir dari hiruk-pikuk, melainkan dari diam yang bermakna.
Kini, nama Sigondrong Dalam Diam menjadi semacam simbol: tentang perlawanan di dalam diam, seorang seniman yang tak mencari sorotan, tapi terus menyalakan cahaya kecilnya untuk orang lain. Dalam diamnya, ia berbicara lantang melalui karya, sikap, dan keikhlasan berkarya.Sigondrong Dalam Diam bukan hanya penulis puisi terapi juga seorang Pelukis , Pemerhati ,Sosial Politik dan Budaya serta Pelaku sekaligus Pengiat Seni dari Kabupaten Labuhan Batu provinsi Sumatera Utara ini ,Terlahir dengan nama kecil Sugianto Wibowo namun dicatatkan dalam surat keterangan resmi negara sebagai Sugianto. Lahir di Kota Rantau Prapat 8 febuari 1978 dengan pendidikan terakhir di Sekolah Menengah Atas ,SMA Negeri 1 Prapat Prapat kini Rantau Selatan, setahun SMA di SMA Negeei 4 Rantau Prapat kini SMAN 2 Rantau Utara. SMP N 1 Rantau Prapat,SD di SDN 112142 (SD 9). Rantau Prapat .
Ia menikah dengan perempuan berdarah toba bernama Lince Kissa Huncana boru Hombing atau setelah meneluk islam lebih dikenal dengan Nur Syabriba boru Hombing mereka dikarunia 5orang anak yakni: 1. Pasevendri Kissa Sugi Putri, 2.Arif Genta Buana Sugi Putra.3.Nabilla Arsy Sugi Putri.4.Yola Tiurmaida Sugi Putra.5.Panca Prasetia Sugi Putri(almarhunah).
Keterampilanya dalam dunia seni didapatnya secara otodidak . Karya-karyanya lebih banyak bercerita tentang kehidupan dan kritikan.
Buku-bukunya di antaranya:
1. Antologi puisi tunggal ' Dalam Diam Melangit Mimpi "
2. Antologi puisi tunggal ' Berdiam di Astana Air Mata dengan Menggugat Cinta "
3. Antologi puisi bersama " Palagan "
4. Aantologi puisi tiga baris bersama " Gerhana"
5.Antologi puisi bersama " Ketika Kata Melipat Makna "
6. Antologi puisi bersama " Para Penuai Makna ".


Social Plugin