Rapuh

Malam menghitam
Awan seakan telanjang
Di arak angin
Aku diam terhempas badai

Memegang luka
Yang baru kau sayatkan
Pedih membiru
Dalam sebuah perhubungan

Entah bayangan siapa yang kau kejar
Bayangku kau tahu mahwah 
setianya 
Kau terus berlari tanpa rasa simpatik
Meninggalkanku dalam hujan badai

Seperti habis menyaingi empati 
Kau berlalu dan terus berlalu
Dalam diam di ruang-ruang pertanyaan
Di mana salah diletakkannya kasih sayang

Kasih
Telah terabaikan namamu 
Berbingkai rindu siang dan malam
Mengapa sanggup kau ambil keputusan
Membiarkan kurapuh keseorangan 
Kasih
Mungkin cinta tak selamanya harus memiliki 
Namun biarkanlah rindu ini terus abadi
Pada tiap jejak-jejak yang kutinggalkan
Satu waktu kuingin kan kau itu tahu

 
Sigondrong Dalam Diam
17 Desember 2015
Astana airmata melangit mimpi