Yang terbaring pulas di ranjang putih
Napasnya satusatu teratur
Dengan selang di antara kedua lubang hidung
Mataku nanar meramal mantra
Pujapujian terbaca menahan tangis
Ilmu iklas yang belum mumpuni
Menatap tidur yang tiada menindih bahu kanan
Senin malam bersama bapak
Telahpun pindah kamar yang luas dan dingin
Di sebelah kananku berdiri kamar mandi
Ku tatap napas bapak tetap satusatu dengan lajunya
Jalan sana
Jalan sini
Entah berapa batang rokok habis tersulut
Di luar ruangan kamar
Aku bernyanyi kepasrahan dan kecintaan
Terhadap jalanNya
Senin malam di antara sinar bulan memasuki taman
Kusaksikan bapak meniupkan napas terakhir
Dalam iringan lapas mantra syahadatku yang terhenti kerana tangis
Kujumpai bapak menjadi kaku dalam bijakNya
Aku dalam diam
Dalam duka
Dalam doa
Selasa siang memangku bapak
Menandikannya beriring sholawat kalbu
Untuk yang terakhir
Kubasuh tubuhnya sebagai anak
Sebelum terhantarkan bapak keperistirahatan yang sementara berumahkan nisan para pujangga
Selamat jalan bapakku
Selamat bertemu dengan ibuku
Bapakku hampa
Ibuku sepi
Dan aku meneruskan kisah dari penzinahan waktu
Dalam diamku
Dalam duka
Dalam doa
Untuk bapak
Teruntuk ibu
Sigondrong Dalamdiam
26 Desember 2016
Tapsir dari puisi ini
Jauh kebawah tak bersuara Penuh Kesedihan Selalu Bermohon
Hari minggu sore mengunjungi bapak di rumah sakit
Bapak terlihat tidur dengan napas yang teratur walau dibantu dengan tabung oksigen
Bapak terlihat tidur dengan napas yang teratur walau dibantu dengan tabung oksigen
Aku dengan pandangan bingung membaca sholawat nabi sambil menahan air mata
Mencoba pasrah atas kehendak Tuhan yang terbaik
Setelah mengetahui saat-saat bapak sudah dekat
Mencoba pasrah atas kehendak Tuhan yang terbaik
Setelah mengetahui saat-saat bapak sudah dekat
Senin malam menemani menjenguk bapak lagi
Namun sudah pindah keruangan ICU
Dikamar mandi ruangan ICU aku berdiri
Napas bapak sudah tidak teratur seperti sebelumnya
Namun sudah pindah keruangan ICU
Dikamar mandi ruangan ICU aku berdiri
Napas bapak sudah tidak teratur seperti sebelumnya
Aku keluar ruangan berjalan bolakbalik ditempat
Dengan menghabiskan menghisap banyak batang rokok sambil membaca sholawat nabi
Dengan menghabiskan menghisap banyak batang rokok sambil membaca sholawat nabi
Senin malam yang cerah
Dengan kubantu mengucapkan kalimat syadat yang berulang-ulang akhirnya bapak pergi untuk selamanya atas kuasa Tuhan
Dengan kubantu mengucapkan kalimat syadat yang berulang-ulang akhirnya bapak pergi untuk selamanya atas kuasa Tuhan
Aku terdiam tak mampu berkata-kata
Rasa sedih yang kusembunyikan bersama permohonan
Rasa sedih yang kusembunyikan bersama permohonan
Selasa siang aku menyiapkan fardu khifayah bapak
Dari memandikannya sampai mengkebumikannya di perkuburan umum
Dari memandikannya sampai mengkebumikannya di perkuburan umum
Semoga sampai ketujuan Bapak
Semoga berhadapan muka dan berkumpul lagi bersama Ibuku
Semoga berhadapan muka dan berkumpul lagi bersama Ibuku
Bapak tak lagi sendiri
Ibuku tak lagi menyendiri
Aku anak kalian akan terus berdoa tiap prosee yang berjalan
Ibuku tak lagi menyendiri
Aku anak kalian akan terus berdoa tiap prosee yang berjalan
Walau hanya mampu tiada bersuara
Walau penuh sedih
Selalu bermohon kepada tuhan
Walau penuh sedih
Selalu bermohon kepada tuhan


Social Plugin