Kerjaanya Tim Sukses

I


a tak punya kerja

Kecuali menumpang dipundak mertua
Dan ia memang tak ada kerja
Kecuali menempel di punggung musim pemilu,

Menyebut nama calon sembahannya bagai doa
Membagi-bagi amplop, membagi janji,
menyusun mimpi di atas baliho yang panjang berjela

Katanya, “Aku berjuang.”
Padahal ia hanya berdiri di tepi kemenangan orang lain,
mencatat janji-janji yang akan dipungutnya nanti
Ketika suara rakyat telah dikubur dalam tinta biru di ujung jari-jari
Dan disaat itulah baru dimulai cerita mengkerjainya
Dengan datang, bersama proyek yang ditawarkannya
Kepada pekerjaan dengan diawal tersenyum
Tapi sebenarnya mengatur para pekerja proyeknya jadi bunuh diri
Dengan janji-janji amanlah itu nanti

Cara mengkerjainya sederhana sekali
Ia tidak menandatangani apa pun,
Dan ia hanya menunjuk, memberi kode,
sementara di atas kertas nama orang lain yang tercantum
Temannya, saudaranya, orang yang percaya.

Dan ketika badai datang
Audit, laporan, pasal hingga ancaman penjara
ia berkata dengan tenang:
“Bukan proyekku. Aku hanya membantu.”

Maka yang masuk jeruji bukan ia,
tapi mereka yang percaya pada bisikan,
Pada tanda tangan yang tak mereka pahami,
pada niat yang mereka kira mulia diawal

Di luar sana, ia masih duduk di warung kopi,
Membicarakan politik dan peluang kedepan
Menunggu musim pemilu berikutnya,
Karena baginya, setiap pemilu adalah panen,
dan setiap panen adalah pintu ke meja makan.

Ia tetap tak punya kerja,
Selain menjadi asu yang berkuasa
Ia tak akan pernah punya kerja
Selain hanya menjadi bayang gelap kekuasaan yang berkuasa
hidup dari tepuk tangan palsu,
dan menanam bencana di ladang orang lain



SigondrongDalamDiam
25Oktober2025