Kumembelah hujan
Dari matamu yang keakuan
Sisa jejak rintik yang jatuhMasih jelas belum tersapu
Kau selalu tertanduk membisu
Tiap kali terbaca abstraknya lukisan pura
Lalu melipat senyum melempar kesal menggali hilafku
Sampai pada musim yang ketiga
Kau dan aku masih menunggu bintang jatuh
Entah sampai kapan angin mengarak awan
Hingga selingkuh itu tak lagi indah kau puja
Sigondrongdalamdiam
06 Januari 2016
Astana airmata melangit mimpi
Dekati saja api itu
Hingga menjadi beku oleh waktu
Di antara tidur siangmu
Malam kan menjadi mimpi ngerimu
Genggam terus bara api itu
Hingga melepuh purapura syahdu
Di antara cinta dan rindu
Biarkan terkubur sendiri rasa penyesalanmu
Hingga menjadi beku oleh waktu
Di antara tidur siangmu
Malam kan menjadi mimpi ngerimu
Genggam terus bara api itu
Hingga melepuh purapura syahdu
Di antara cinta dan rindu
Biarkan terkubur sendiri rasa penyesalanmu


Social Plugin