Satu Senyum Satu Tatapan

 Senyum itu membakar

Langitlangit gedung fikiran
Hanguskan siang dan malam
Menyisakan tangis yang ditahan

Tatapan itu melumpuhkan
Panca indera insan kamil
Tempat yang mana dapat jadi hunian
Sungguh tiada dapat disembunyikan

Satu senyum satunya tatapan
Aku tenggelam dalam diam tampilan
Bersolek pun bayangan tetap menghitam

Satu senyum satu tatapan
Kiranya sempurna menjalani hidupku
Menuju mati tanpa penyesalan

Sigondrongdalamdiam
10 Oktober 2015. 
Astana airmata melangit mimpi