Mengkaji Waktu

 Titipkan saja kerinduan itu pada diam

Jika berkata-kata pun hanya menambah luka yang dalam

Mungkin airmata adalah jawaban
Ketika cinta harus berhenti didalam pengilhaman

Apa hendak dicari
Jikalau hidup tetap juga menuju mati

Penghayatan hanyalah kata jamak dari mimpi
Menjiwai sejatinya ada dalam kamus berbagi

Tak'an ada luka tanpa penawar
Bahkan racun juga adalah obat dari keracunan yang ditawarkan sifatnya berbentuk mawar

Hidup hanyalah sekali
Mengulang kisah pun tiada ada yang dapat bersudi

Dari campuran hitam putih
Hingga itu membentuk pelangi

Hidup ini hanya waktu
Waktu ini hanyalah berpusat pada cepu

Maka menarilah
Menarilah bak bidadari yang selalu meneguk lidah

Apa apa yang ada dihadapan mata
Adalah nikmat dari perjalanan sisa

Berkatalah diam jangan dieja
Hingga mentafsirnya pun tak mendekati salah

Sigondrongdalamdiam
14 Oktober2014,02:24.
Astana airmata melangit mimpi