(1)
Panca prasetia anakku
Kisah duka di dalam hidupku
Panca prasetia anakkuLambang cinta di dalam dunia ku
Panca prasetia putriku
Telah pergi tinggalkan diriku
Panca prasetia putriku
Pergi damai bersama sumpahku
Hujan airmata jeritan tanpa suara
Tersajak doa moga damai kau diarsynya
Sayang ku kepadamu lebih sayang yang maha kuasa
Cintaku kepadamu lebih cinta yang mau kuasa
Inikah cobaannya
Manusia merancang tuhan menentukan
Sabar sebelum sabar
Manusia merancang tuhan menentukan
Iklas ku melepasnya
Tiada daya dan upaya
(2)
Subuh nan sunyi
Mata tak mampu di pejamkan lagi
Tertayang kembali di gedung fikiran ini
Satu kisah terluka hati
Berlari hari tak di sadari
Mengejar usia setahun terhadapi
Harus ku akui semuanya kini
Panca prasetia telah pergi
Menyusur laju airmata ini
Jeritajeritan tak bersuara keluar lirih
Rasa tak percaya di dalam tak berdaya
Akhirnya kunNya berkuasa bicara
Panca prasetia sugi putri
Belum puas aku menciumi
Kau kini harus kembali
Bersama sumpah yang sejati
Berbaju harap illahi
Ku timang jasat menuju arsy
Berharumkan bunga tujuh surgawi
Ku lepas kau pergi dengan doa di hati
Mata tak mampu di pejamkan lagi
Tertayang kembali di gedung fikiran ini
Satu kisah terluka hati
Berlari hari tak di sadari
Mengejar usia setahun terhadapi
Harus ku akui semuanya kini
Panca prasetia telah pergi
Menyusur laju airmata ini
Jeritajeritan tak bersuara keluar lirih
Rasa tak percaya di dalam tak berdaya
Akhirnya kunNya berkuasa bicara
Panca prasetia sugi putri
Belum puas aku menciumi
Kau kini harus kembali
Bersama sumpah yang sejati
Berbaju harap illahi
Ku timang jasat menuju arsy
Berharumkan bunga tujuh surgawi
Ku lepas kau pergi dengan doa di hati
SigondrongDalamDiam
04September2013


Social Plugin