Setelah matahati rebah dalam penatnya seharian tadi
Menyisir jejak angin dalam kesendirian
Pandangan mata berputar bersudut tanda tanya
Lalu mesra dalam tarian fatamorgana di ujungnya
Saat itu duduk diamlah hati dalam semadi
Menghujah titik temu hingga berkoma pisah
Sebelum sempat menorehkan seikat tembang pagar anyam
Lengkap dengan hiasan mainan burung tanda kaki
Kau pergi!
Penyesalan dalam diam yang kini dimiliki
Hingga membungkus mengendap harihari ini tanpa udara bersih
Membekam pada kedalaman hakiki
Rindu mengabdi
Sigondrong Dalam Diam
27 mei 2017


Social Plugin