Dahulu

Kau adalah jubahku
Di dalam hujan yang sering jatuh
Dan di saat panas melanda
Sampai kerontang itu singgah


Kau adalah sisa napasku
Yang membuatku tetap bertahan
Tegak berdiri membusungkan dada
Walau di dalam isinya kesakitan semua

Tapi itu dahulu
Saat hati dan pikiranmu
Masih dapat kuterka sehati sepikiran denganku

Namun kini telah pun berubah
Sejak kehadiran rindu masa lalu
Kau lupakan lakaran cinta suciku
Yang pernah kuhamparkan padamu

Kau tak lagi jubahku
Dan kau bukan lagi sisa napasku
Kau kini hanyalah duri berbisa
Yang berada didaging kering dan basah

SigondrongDalamDiam
290ktober2025