Serba Serbi SDD,11/4/2026.
Perhelatan Pekan Olahraga Wartawan Sumatera Utara (PORWASU) 2026 memperebutkan Piala Gubernur Sumut Bobby Nasution mulai digelar di kawasan Sport Center Dispora Provinsi Sumut, turnamen sepak bola antar wartawan yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan mempererat solidaritas insan pers, kini menuai sorotan tajam akibat sejumlah pihak menduga adanya keterlibatan “pemain dadakan” atau individu yang bukan berprofesi sebagai wartawan, namun ikut bertanding dalam beberapa tim.
Isu ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial instagram yang diposting oleh akun @peristiwamedandaily dimana dalam unggahan video tersebut memperlihatkan suasana memanas di lokasi pertandingan, dalam video tersebut terdengar salah satu peserta menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.
“Udah bubar aja bubar kita. Kalau kalian tegas gak kayak gini, bos. Kalian yang buat peraturan, kalian pulak yang melanggar.Dari semalam kita sudah protes,” ujar suara dalam video yang kini viral.
Masih menurut suara yang terdengar dalam video yang beredar tersebut bahwa ada lima orang yang pemain yang diduga sebagai pemain dadakan tersebut dari Kabupaten Labuhanbatu Rantauprapat,mereka pun meminta panitia untuk menindaklanjuti dugaan pemain dadakan dalam kompetisi yang sedang berlangsung itu.
Hingga video itu viral pihak panitia penyelenggara belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut
Kehadiran “pemain dadakan” atau “wartawan dadakan” telah mencederai semangat fair play di laga mempererat silaturahmi antar sesama insan pres,dikarnakan pemain luar yang bukan berprofesi wartawan tetapi memang pemain sepak bola (pemain pro) dimana yang pastnya kemampuan di atas rata-rata, sehingga menimbulkan ketimpangan dalam pertandingan dan menjadikan turnamen tersebut tidak profesional.
“Kalau sekadar hobi main bola, itu wajar. Tapi ini turnamen khusus wartawan. Kalau diisi pemain luar yang sengaja ‘dipinjam’ agar klub itu meraih gelar juara itu adalah perbuatan yang mencederai semangat kebersamaan insan pers, Karna wartawan dadakan merujuk pada dugaan adanya individu yang hanya dipinjamkan identitasnya sebagai jurnalis demi bisa memperkuat tim tertentu. Sementara itu,pemain dadakan merujuk pada pemain umum yang diduga direkrut secara instan tanpa latar belakang dunia jurnalistik".
Perbincangan terkait “pemain dadakan” dan “wartawan dadakan” masih menjadi topik hangat di kalangan peserta dan para kuli tinta yang tidak hanya memilik kartu identitas jurnalis tetapi memiliki karya tulis.
SigondrongDalamDiam






