Notification

×

Iklan

Iklan

Kumpulan Puisi Mengenai Buruh

Kamis, 30 April 2026 | April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T07:35:40Z
Mei Days

Menjelang Mei berdarah
Mei ini masih bernuasa gerah

Hanya kaum terbawah
Yang digolongkan pemerintah tenaga murah

Dari dalam pabrik
Hingga dalam rumah tangga

Dari dalam negeri
Hingga luar negeri

Namun nadi pembangunan ngeri

Mereka tak sadar
Sesadar-sadarnya dengan benar

Dalam gedung dewan
Atau gedung-gedung kantoran
Dan gedung sekolahan

Kalian adalah buruh
Yang dibayar dari keringat rakyat

Kalian adalah buruh
Mengapa melupakan nasib satu ibu

Beda seragam
Dibedakan dasi
Tetap juga statusmu buruh

Dibayar dengan keringat tiap penghuni negerimu

Maka baiklah
Lupakan para buruh-buruh di dewan gedung kantoran dan sekolahan

Mungkin mereka malu merasa
Jika dibayar berarti buruh

Maka baiklah
Anggap yang rendah saja hanya buruh
Maka bergeraklah
Kepalkan tangan Mei ini milikmu

Mei adalah harimu
Mei itu keringat dan darahmu

Mei adalah statusmu
Mei ini adalah saudaramu

Sigondrongdalamdiam
01 Mei 2015


Negeri Kaya Kuli


Dari cerobong pabrik
Asap itu sampai kerumah
Di santap keluarga penuh suka cita
Dengan bumbu keringat darah yang dihargai tak seberapa


Di bawah tekanan jam
Di atas perjanjian perpanjangan
Kuli-kuli bertahan menahan
Mengharap ada kata kesejahteraan


Negeri kaya punya siapa?
Negeri makmur punya siapa?


Nasib kuli di negeri kaya
Negeri kaya kuli-kuli sengsara


Persamaan hak di mana
Jika pegawai pemerintah yang bukan swasta
Bukan kuli juga disebutkannya


Persamaan hak di mana
Jika tarik ulur kesejahteraan kuli hanya sebatas wacana


Negeri kaya kuli
Kuli di negeri kaya


Sigondrongdalamdiam

01 Mei 2016


Hari Berjasa Beda Tanda Jasa

Hari ini adalah sebuah unit waktu
Untuk bumi berotasi pada porosnya
Hari ini adalah satu waktu
Yang terdiri dari siang dan malam
Setengah hari kepada siang bukan malam
Karna semalam bukanlah hari ini
Sebabkan sepekan itu adalah hari

Jika semalam hari keringat bau yang menempel
Hari ini adalah hari pembelajaran
Pengetahuan dan keterampilan
Yang diturunkan turun temurun
Dari generasi ke generasi
Hari semalam dan hari ini
Adalah hari samasama keringatan
Yang membedakan hari semalam dan hari ini
Hanyalah pada ukiran-ukiran ditelapak tangan
Hari semalam adalah hari bernama untuk mendapat upah
Hari ini adalah hari mengajar disebutannya

Hari semalam dikenangi sebagai hari keringat yang bau
Hari ini dimaknai sebagai hari keringatan yang wangi
Hari yang sama-sama berjasa
Yang dibedakan oleh tanda jasa

Sigondrong Dalamdiam
1 Mei 2023

Wahai Buruh

Marx tersentak dalam kuburnya
Mendengar nyanyian yang dulu menggugat
Kini jadi hiburan semata anak-anak berbapak tak beribu pertiwi

Bendera merah berkibar
Tapi maknanya kini pudar
Di tangan-tangan yang dulu ditantang
Kini ia dipamerkan tanpa gentar

Hari buruh bukan lagi hari kematian pengusaha
Kini hari buruh telah menjelma pada pesta-pesta
Dalam panggung dan tawa penguasa pengusaha
Pidato panjang tentang kesejahteraan
Namun ujung-ujungnya penipuan

Di baju buruh yang bisa diperas keringatnya
Langkah kakinya tetap sama tak seimbang
Lelah menapak aspal yang berlubang-lubang
Tapi di atas panggung penguasa dan diatas meja pengusaha
Janji-janji indah mengalahkan lantunan kitab suci
Yang dapat mengusir setan tapi tak dapat mengusir kelaparan

Wahai buruh !
Ke mana api merah menyala yang dulu kau bawa?
Mengapa kini jadi bayang-bayang sejarah yang dituliskan oleh tangan yang salah
Hingga kau ikut-ikutan membuat  Marx tersentak dari dalam kuburnya

SigondrongDalamDiam
1 Mei 2026
×
Berita Terbaru Update