Mei Days
Menjelang Mei berdarah
Mei ini masih bernuasa gerah
Hanya kaum terbawah
Yang digolongkan pemerintah tenaga murah
Dari dalam pabrik
Hingga dalam rumah tangga
Dari dalam negeri
Hingga luar negeri
Namun nadi pembangunan ngeri
Mereka tak sadar
Sesadar-sadarnya dengan benar
Dalam gedung dewan
Atau gedung-gedung kantoran
Dan gedung sekolahan
Kalian adalah buruh
Yang dibayar dari keringat rakyat
Kalian adalah buruh
Mengapa melupakan nasib satu ibu
Beda seragam
Dibedakan dasi
Tetap juga statusmu buruh
Dibayar dengan keringat tiap penghuni negerimu
Maka baiklah
Lupakan para buruh-buruh di dewan gedung kantoran dan sekolahan
Mungkin mereka malu merasa
Jika dibayar berarti buruh
Maka baiklah
Anggap yang rendah saja hanya buruh
Maka bergeraklah
Kepalkan tangan Mei ini milikmu
Mei adalah harimu
Mei itu keringat dan darahmu
Mei adalah statusmu
Mei ini adalah saudaramu
Sigondrongdalamdiam
01 Mei 2015
Negeri Kaya Kuli
Dari cerobong pabrik
Asap itu sampai kerumah
Di santap keluarga penuh suka cita
Dengan bumbu keringat darah yang dihargai tak seberapa
Di bawah tekanan jam
Di atas perjanjian perpanjangan
Kuli-kuli bertahan menahan
Mengharap ada kata kesejahteraan
Negeri kaya punya siapa?
Negeri makmur punya siapa?
Nasib kuli di negeri kaya
Negeri kaya kuli-kuli sengsara
Persamaan hak di mana
Jika pegawai pemerintah yang bukan swasta
Bukan kuli juga disebutkannya
Persamaan hak di mana
Jika tarik ulur kesejahteraan kuli hanya sebatas wacana
Negeri kaya kuli
Kuli di negeri kaya
Sigondrongdalamdiam
01 Mei 2016
Hari Berjasa Beda Tanda Jasa
Hari ini adalah sebuah unit waktu
Untuk bumi berotasi pada porosnya
Hari ini adalah satu waktu
Yang terdiri dari siang dan malam
Setengah hari kepada siang bukan malam
Karna semalam bukanlah hari ini
Sebabkan sepekan itu adalah hari
Jika semalam hari keringat bau yang menempel
Hari ini adalah hari pembelajaran
Pengetahuan dan keterampilan
Yang diturunkan turun temurun
Dari generasi ke generasi
Hari semalam dan hari ini
Adalah hari samasama keringatan
Yang membedakan hari semalam dan hari ini
Hanyalah pada ukiran-ukiran ditelapak tangan
Hari semalam adalah hari bernama untuk mendapat upah
Hari ini adalah hari mengajar disebutannya
Hari semalam dikenangi sebagai hari keringat yang bau
Hari ini dimaknai sebagai hari keringatan yang wangi
Hari yang sama-sama berjasa
Yang dibedakan oleh tanda jasa
Sigondrong Dalamdiam
1 Mei 2023
Wahai Buruh
Marx tersentak dalam kuburnya
Mendengar nyanyian yang dulu menggugat
Kini jadi hiburan semata anak-anak berbapak tak beribu pertiwi
Bendera merah berkibar
Tapi maknanya kini pudar
Di tangan-tangan yang dulu ditantang
Kini ia dipamerkan tanpa gentar
Hari buruh bukan lagi hari kematian pengusaha
Kini hari buruh telah menjelma pada pesta-pesta
Dalam panggung dan tawa penguasa pengusaha
Pidato panjang tentang kesejahteraan
Namun ujung-ujungnya penipuan
Di baju buruh yang bisa diperas keringatnya
Langkah kakinya tetap sama tak seimbang
Lelah menapak aspal yang berlubang-lubang
Tapi di atas panggung penguasa dan diatas meja pengusaha
Janji-janji indah mengalahkan lantunan kitab suci
Yang dapat mengusir setan tapi tak dapat mengusir kelaparan
Wahai buruh !
Ke mana api merah menyala yang dulu kau bawa?
Mengapa kini jadi bayang-bayang sejarah yang dituliskan oleh tangan yang salah
Hingga kau ikut-ikutan membuat Marx tersentak dari dalam kuburnya
SigondrongDalamDiam
1 Mei 2026
Menjelang Mei berdarah
Mei ini masih bernuasa gerah
Hanya kaum terbawah
Yang digolongkan pemerintah tenaga murah
Dari dalam pabrik
Hingga dalam rumah tangga
Dari dalam negeri
Hingga luar negeri
Namun nadi pembangunan ngeri
Mereka tak sadar
Sesadar-sadarnya dengan benar
Dalam gedung dewan
Atau gedung-gedung kantoran
Dan gedung sekolahan
Kalian adalah buruh
Yang dibayar dari keringat rakyat
Kalian adalah buruh
Mengapa melupakan nasib satu ibu
Beda seragam
Dibedakan dasi
Tetap juga statusmu buruh
Dibayar dengan keringat tiap penghuni negerimu
Maka baiklah
Lupakan para buruh-buruh di dewan gedung kantoran dan sekolahan
Mungkin mereka malu merasa
Jika dibayar berarti buruh
Maka baiklah
Anggap yang rendah saja hanya buruh
Maka bergeraklah
Kepalkan tangan Mei ini milikmu
Mei adalah harimu
Mei itu keringat dan darahmu
Mei adalah statusmu
Mei ini adalah saudaramu
Sigondrongdalamdiam
01 Mei 2015
Negeri Kaya Kuli
Dari cerobong pabrik
Asap itu sampai kerumah
Di santap keluarga penuh suka cita
Dengan bumbu keringat darah yang dihargai tak seberapa
Di bawah tekanan jam
Di atas perjanjian perpanjangan
Kuli-kuli bertahan menahan
Mengharap ada kata kesejahteraan
Negeri kaya punya siapa?
Negeri makmur punya siapa?
Nasib kuli di negeri kaya
Negeri kaya kuli-kuli sengsara
Persamaan hak di mana
Jika pegawai pemerintah yang bukan swasta
Bukan kuli juga disebutkannya
Persamaan hak di mana
Jika tarik ulur kesejahteraan kuli hanya sebatas wacana
Negeri kaya kuli
Kuli di negeri kaya
Sigondrongdalamdiam
01 Mei 2016
Hari Berjasa Beda Tanda Jasa
Hari ini adalah sebuah unit waktu
Untuk bumi berotasi pada porosnya
Hari ini adalah satu waktu
Yang terdiri dari siang dan malam
Setengah hari kepada siang bukan malam
Karna semalam bukanlah hari ini
Sebabkan sepekan itu adalah hari
Jika semalam hari keringat bau yang menempel
Hari ini adalah hari pembelajaran
Pengetahuan dan keterampilan
Yang diturunkan turun temurun
Dari generasi ke generasi
Hari semalam dan hari ini
Adalah hari samasama keringatan
Yang membedakan hari semalam dan hari ini
Hanyalah pada ukiran-ukiran ditelapak tangan
Hari semalam adalah hari bernama untuk mendapat upah
Hari ini adalah hari mengajar disebutannya
Hari semalam dikenangi sebagai hari keringat yang bau
Hari ini dimaknai sebagai hari keringatan yang wangi
Hari yang sama-sama berjasa
Yang dibedakan oleh tanda jasa
Sigondrong Dalamdiam
1 Mei 2023
Wahai Buruh
Marx tersentak dalam kuburnya
Mendengar nyanyian yang dulu menggugat
Kini jadi hiburan semata anak-anak berbapak tak beribu pertiwi
Bendera merah berkibar
Tapi maknanya kini pudar
Di tangan-tangan yang dulu ditantang
Kini ia dipamerkan tanpa gentar
Hari buruh bukan lagi hari kematian pengusaha
Kini hari buruh telah menjelma pada pesta-pesta
Dalam panggung dan tawa penguasa pengusaha
Pidato panjang tentang kesejahteraan
Namun ujung-ujungnya penipuan
Di baju buruh yang bisa diperas keringatnya
Langkah kakinya tetap sama tak seimbang
Lelah menapak aspal yang berlubang-lubang
Tapi di atas panggung penguasa dan diatas meja pengusaha
Janji-janji indah mengalahkan lantunan kitab suci
Yang dapat mengusir setan tapi tak dapat mengusir kelaparan
Wahai buruh !
Ke mana api merah menyala yang dulu kau bawa?
Mengapa kini jadi bayang-bayang sejarah yang dituliskan oleh tangan yang salah
Hingga kau ikut-ikutan membuat Marx tersentak dari dalam kuburnya
SigondrongDalamDiam
1 Mei 2026






