Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Panipahan Rokan Hilir Menyala

Sabtu, 11 April 2026 | April 11, 2026 WIB Last Updated 2026-04-11T11:31:59Z
Serba Serbi SDD.11/4/2026.
Maraknya peradaran narkoba di negeri ini serta minimnya respon cepat pihak aparat penegak hukum di lapangan menjadikan gelombang kemarahan itu pecah di Pasir Limau Kapas, sebuah wilayah di Kabupaten Rokan Hilir yang mendadak menjadi panggung kegelisahan warga,Ratusan orang didominasi kaum ibu mendatangi sebuah rumah bertingkat milik pria berinisial A, Jumat (10/4/2026), dalam aksi yang lahir dari keresahan panjang terhadap dugaan maraknya peredaran narkoba di lingkungan mereka.

Sejak siang menjelang petang, suasana yang awalnya hanya riuh oleh bisik-bisik berubah menjadi ledakan emosi. Warga bergerak serempak, membawa amarah yang selama ini terpendam. Dalam rekaman video yang beredar yang kini viral diberbagai plafon unggahan media sosial, terlihat pagar besi rumah itu tak lagi mampu menahan desakan. Batu-batu beterbangan, menghantam dinding, seolah setiap lemparan adalah akumulasi dari rasa takut yang tak pernah mendapat jawaban.

Tak berhenti di situ, halaman rumah menjadi saksi pelampiasan berikutnya. Sejumlah kendaraan dirusak; satu unit sepeda motor dilempar ke parit, sementara lainnya ditumpuk sebelum dihancurkan. Ketika malam turun, bara kemarahan justru kian menyala sebagian barang yang diduga milik penghuni rumah dibakar, menambah tegang suasana yang sudah berada di ambang batas.

Di antara hiruk-pikuk itu, sebuah tangis pecah,suara seorang warga yang meratap pilu. Ia tidak sekadar menangisi kejadian hari itu, tetapi masa depan anaknya yang ia rasa telah direnggut perlahan oleh pengaruh narkoba yang diduga mengakar di lingkungannya. Tangisan itu menjadi potret paling jujur dari keresahan yang selama ini hanya bersembunyi di balik diam.

Pemerintah setempat bergerak cepat. Yahya turun langsung ke lokasi, berupaya meredam situasi yang kian memanas. Ia mengimbau warga untuk menahan diri dan tidak terjebak dalam tindakan anarkis, seraya mengingatkan bahwa penanganan persoalan tersebut merupakan kewenangan aparat.

Di sisi lain, pihak kepolisian melalui Polda Riau membenarkan peristiwa tersebut. Pandra menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan masyarakat sekaligus mendalami dugaan aktivitas peredaran narkoba di lokasi dimaksud.

Peristiwa ini menjadi lebih dari sekadar kerumunan yang marah. Ia adalah cermin dari kegelisahan yang lama terabaikan tentang lingkungan yang dirasa tak lagi nyaman aman, tentang generasi yang terancam, dan tentang harapan warga agar hukum benar-benar hadir, bukan sekadar janji yang bergaung di tengah malam.

SigondrongDalamDiam


×
Berita Terbaru Update