Di atas meja panjang berlapis kain kebanggaan
Tersusun rapi barang-barang haram tapi uangnya halal kebanyakan selama ini yang tak pernah difatwakan
Seperti uang hasil korupsi mau pun suap menyuap
31,5 kilogram sabu,
30.000 butir ekstasi
Kamera menyala.
Kilatan cahaya bersahutan
Kata “berhasil” diucapkan lantang
seperti genderang perang yang dimenangkan
Namun di sudut ruangan,
ada sunyi yang tak ikut difoto
Barang bukti itu membisu
Plastik-plastik bening
dan pil-pil berwarna
seakan ingin bertanya:
"Siapa tuan kami?".
Angka disebut dengan bangga,
berat ditimbang dengan teliti,
Butir dihitung satu per satu
Tapi... anehnya,
Nama besar tak pernah ikut disebut
Seolah ada tangan raksasa
yang tak muat untuk sepasang borgol
Ada kursi empuk
yang tak pernah digeser untuk diperiksa
31,5 kilogram adalah beban perusak
30.000 butir sudah pasti adalah racun
Namun lebih berat dari semuanya adalah pertanyaan yang tak pernah dijawab dengan kenyataan
Mengapa yang tertangkap selalu bayangan kecil?
Mengapa yang diseret ke pengadilan hanya ranting,sementara akarnya tetap kokoh di bumi mari kita membina dan memperbaiki
Konferensi pers selesai
Meja dibersihkan
Kamera dimatikan
Barang bukti dipindahkan ke ruang penyimpanan
Dan masyarakat kembali ke rumah
membawa rasa lega yang setengah
Sebab kemenangan tanpa dalang
adalah panggung tanpa cerita
Adalah drama tanpa tokoh utama
Dan aku hanya bisa berbisik apakah keadilan berhenti pada timbangan dan hitungan?
Atau memang ada nama yang terlalu besar untuk sekadar disebut sebagai tersangka?
Di antara kibaran sarung bendera
SigondrongDalamDiam
4Maret2026






