Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dari Kantor Gerwani Menjadi Balai Desa Hingga Kini Menjadi Rumah Pribadi

Rabu, 22 April 2026 | April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T15:59:38Z
Orang-orang tua dulu akrab menyebut  sepanjang jalan itu dengan sebutan jalan bukit barisan kini disebut Jalan Binaraga.Waktu tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya berganti pakaian,menyamar dalam semakin tebalnya aspal diiringi semakin dangkalnya parit namun ingatan tak akan memudar dahulu dari ujung jalan itu kini jalan Urip ada sebuah terminal bus bernama Maslab sebuah terminal kecil khusus angkutan umum dengan tujuan Ranto Merbau,Merbau Ranto.

Di sepanjang ruas jalan yang kini Jalan Urip menuju ke Binaraga ada sebuah bangunan. Konon, jauh sebelum menjadi rumah itu seperti sekarang ini dahulunya adalah kantor Gerwani dimasa orde ajaran nasionalis agama dan komunis berkuasa.Sebuah ruang yang dahulu dipenuhi suara perempuan bukan sekadar suara, tetapi tekad. Mereka datang dengan langkah yang selalu disambut ramah oleh zamannya,membawa gagasan tentang peran, tentang keberanian, tentang hak untuk berdiri sejajar. Di dalam ruangan itu, sejarah pernah berdenyut kencang kadang keras, kadang lirih, tapi selalu hidup.

Lalu waktu berputar, membawa negeri ini pada babak-babak yang tak sederhana yaitu runtuhnya orde ajaran nasionalis,agama dan komunis. Kantor itu menghilang paksa seiring orde baru berkuasa.Bangunan kantor itu pun berganti nama menjadi "Balai Desa". Tempat musyawarah mufakat disesuaikam dalam salah satu butir pancasila,sebuah tempat bagi warga berkumpul mengambil keputusan-keputusan yang penting bagi kehidupan sehari-hari dilahirkan agar indah.

Tahun-tahun berlalu hingga di tahun 1997 menjadi salah satu penanda terakhir Balai Desa itu masih terlihat gagahnya di masa Orba desa itu saat riuhnya pemilihan umum setelah itu bangunan itu goyah termasuk makna dari balai desa itu sendiri.ia tidak lagi menjadi pusat, tidak lagi menjadi tempat orang berkumpul dengan tujuan yang sama.,entah tangan siapa yang paling berperan bertanggungjawab merubahnya.Dan entah bagaimana caranya tangan yang paling berperan bertanggungjawab itu merubah bangunan yang dahulunya sebuah kantor Gerwani lalu berubah menjadi Balai Desa kini bisa berubah menjadi rumah pribadi.Hingga daerah bukan saja sudah kehilangan asetnya tapi juga sudah kehilangan saksi sejarah akan daerah tersebut dari zaman ke zaman .

Kini disana berdiri sebuah bangunan yang hari ini tampak sudah berbeda.mulai dari bentuk bangunannya hingga warna catnya,mungkin hingga kini sudah beberapa kali berganti warna cat dan pagar dan halamannya pun kini tak lagi sewibawa dulu. Namun tiap kali melintas di depan bangunan itu seperti ia berbisik tentang masa yang tak pernah selesai untuk diingat.

Hanya kenangan dalam ingatan yang tak akan hilang  akan bangunan itu walau harus mengecil dimakan waktu yang bersembunyi di balik rutinitas. Orang-orang mungkin melewatinya tanpa menoleh, tanpa bertanya. Tapi bagi mereka yang tahu, atau sekadar mau mencari tahu terhadap bangunan itu menjadi pengingat, bahwa setiap tempat punya lapisan cerita tentang kekuasaan yang panjang telah dirasakan oleh suatu daerah dimana perjuangan menghasilkan perubahan, dengan waktu yang selalu menemukan cara untuk mengubah segalanya, tapi tidak bisa benar-benar menghapus kenangan yang pernah ada walau pun sejarah selalu ditulis oleh tangan yang salah.

SigondrongDalamDiam



×
Berita Terbaru Update