Di tengah-tengah presisi kuatnya komitmen kepolisian di bumi negeri ika dalam hal pemberantasan narkoba, Dulu ada derap tapak ladam yang begitu membekas langkahnya ikut serta namun saat ini semua hanya tinggal tanya-tanya yang beranak pinak, ada yang terasa hilang bukan sekadar langkah, tapi keberanian yang dulu pernah menyala terang.
Dulu, mereka hadir seperti badai yang tak bisa ditawar. Seragam hijau itu bukan hanya simbol, tapi benar-benar perbuatan menegakan hukum yang sering kali tajam kebawah tumpul ke atas, terutama terhadap racun bernama narkoba seolah tak ada yang dibiarkan mengakar di tanah yang dipijak. Langkah mereka tegas, suara mereka lantang, dan bayang mereka cukup membuat para perusak masa depan gemetaran namun kini, entah sejak kapan, gema itu meredup seperti bara yang ditinggalkan tanpa angin, perlahan padam, menyisakan abu dan tanda tanya. Ada yang bilang ini tentang trauma,tentang satu peristiwa yang membekas. Tentang seorang warga yang dituduh menjadi bagian dari lingkaran gelap,lalu pulang tanpa nyawa.walau pun sebenarnya itu pantas buat perusak generasi bangsa.
Dan sejak itu, seakan langkah mereka menjadi lugu,tak lagi gagah layaknya di medan perang, apakah ini tentang kehati-hatian yang berlebihan?, Ataukah ketakutan akan bayang-bayang kesalahan yang bisa menghapus segala pengabdian? Atau justru ini tentang sistem yang memilih diam, daripada menghadapi riak yang bisa menjadi badai karna takut tidak dapat perbuatan yang menyenangkan dari atasan?.
Diamnya seragam hijau itu menjadikan narkoba tak pernah tidur.narkoba tak mengenal trauma, tak peduli pada reputasi, tak gentar pada jeda. narkoba terus bergerak, menyusup, menjerat, dan menelan generasi tanpa suara.Ironisnya,walau presisi menunjukan gelagat giatnya daan berkomitmen kuat dalam memberantas narkoba melalui tindakan tegas dengan melakukan penangkapan pelaku yang genjar namun tertap saja narkoba tumbuh subur bak kena pupuk paling super di dunia.
Hilangnya derap langkah ladam seragam hijau dari geliatnya untuk turut serta memerangi narkoba menjadikan masyarakat dalam diam penuh tanya-tanya.Ada..apa?.apakah memang sudah begitu adanya. Masyarakat menunggu aksi berani ttu kembali bernapas.Karena ketika mereka yang seharusnya berdiri kini memilih menepi akan menjadi mereka-merekq yang tempat nyaman ditempat gelap akan merasa menang. Sebab memberantas narkoba bukan sekadar operasi melainkan perang panjang melawan sistim yang terstruktur masif.
SigondrongDalamDiam
Dulu, mereka hadir seperti badai yang tak bisa ditawar. Seragam hijau itu bukan hanya simbol, tapi benar-benar perbuatan menegakan hukum yang sering kali tajam kebawah tumpul ke atas, terutama terhadap racun bernama narkoba seolah tak ada yang dibiarkan mengakar di tanah yang dipijak. Langkah mereka tegas, suara mereka lantang, dan bayang mereka cukup membuat para perusak masa depan gemetaran namun kini, entah sejak kapan, gema itu meredup seperti bara yang ditinggalkan tanpa angin, perlahan padam, menyisakan abu dan tanda tanya. Ada yang bilang ini tentang trauma,tentang satu peristiwa yang membekas. Tentang seorang warga yang dituduh menjadi bagian dari lingkaran gelap,lalu pulang tanpa nyawa.walau pun sebenarnya itu pantas buat perusak generasi bangsa.
Dan sejak itu, seakan langkah mereka menjadi lugu,tak lagi gagah layaknya di medan perang, apakah ini tentang kehati-hatian yang berlebihan?, Ataukah ketakutan akan bayang-bayang kesalahan yang bisa menghapus segala pengabdian? Atau justru ini tentang sistem yang memilih diam, daripada menghadapi riak yang bisa menjadi badai karna takut tidak dapat perbuatan yang menyenangkan dari atasan?.
Diamnya seragam hijau itu menjadikan narkoba tak pernah tidur.narkoba tak mengenal trauma, tak peduli pada reputasi, tak gentar pada jeda. narkoba terus bergerak, menyusup, menjerat, dan menelan generasi tanpa suara.Ironisnya,walau presisi menunjukan gelagat giatnya daan berkomitmen kuat dalam memberantas narkoba melalui tindakan tegas dengan melakukan penangkapan pelaku yang genjar namun tertap saja narkoba tumbuh subur bak kena pupuk paling super di dunia.
Hilangnya derap langkah ladam seragam hijau dari geliatnya untuk turut serta memerangi narkoba menjadikan masyarakat dalam diam penuh tanya-tanya.Ada..apa?.apakah memang sudah begitu adanya. Masyarakat menunggu aksi berani ttu kembali bernapas.Karena ketika mereka yang seharusnya berdiri kini memilih menepi akan menjadi mereka-merekq yang tempat nyaman ditempat gelap akan merasa menang. Sebab memberantas narkoba bukan sekadar operasi melainkan perang panjang melawan sistim yang terstruktur masif.
SigondrongDalamDiam






