Notification

×

Iklan

Iklan

Ridha Lelaki Bernama Suami

Sabtu, 03 Oktober 2026 | Oktober 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-04T07:38:55Z
Membahas wanita tidaklah akan pernah ada habisnya,Mahluk yang diciptkan dari tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas dari Lelaki itu penuh dengan lekuk-lekukan keindahannya.
Mulai dari diciptakan dan dihadirkan di samping Adam A.S. Wamita adalah  celah jalan bagi iblis untuk membuat jalan kerusakan,dengan satu wanita dunia akan bisa memjadi baik-baik saja dan dengan satu wanita dunia bisa menjadi kacau balau.
Wanita yang mulia itu ketika ia telah bergelar isteri dari seorang suami,maka dengan gelar isteri tersebut menjadi hanya selangkah lagi kemulian seorang wanita untuk menjadi penghuni surga seperti ada tertulis Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161). Jika dicermati dalam hadist Tarmidzi tersebut betapa mudahnya bagi seorang isteri untuk masuk ke dalam surganya Tuhan(Agama Islam) hanya dengaj Ridha suami,sedangkan surga suami masih berada pada Ibunya (Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu dibawah kedua kakinya.” (Riwayat an-Nasa’i) ini jelas jika pun kedua kaki dari surga suami telah pun tiada tetap juga kelak lelaki yang bergelar suami itu mengharapkan restu dari kedua kaki tersebut(ibunya) untuk dapat masuk ke surga Allah,sepertinya tidak adil jika merujuk pada hadist akan letak surga seorang suami yang ada pada ibunya sedangkan letak surga seorang isteri ada pada suaminya.

Namun jika mengingat perjuangan seorang wanita yang bergelar Ibu saat melahirkan anak maka  kata tidak adil akan tiada karna saat seorang ibu melahirkan anaknya  bukan hanya rasa sakit yang ia alami melainkan bertaruhkan nyawa untuk anak yang ia lahirkan.Lalu mengapa segampang itu letak surga seorang wanita bergelar isteri itu yang hanya dengan kata Ridha suaminya maka surga baginya.
Sebenarnya tidaklah gampang jika mengingat kejadian dari pada wanita itu sendiri yakni dari tulang rusuk yang paling bengkok.
Dari Abu Hurairah meriwayatkan, pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik? ” Jawab beliau(Muhammad SAW) “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251).
Dari riwayat hadist tersebut di atas ini jelas dapat di rangkumkan jika seorang wanita  bergelar isteri tersebut ingin mendapatkan ridha dari suaminya maka

1 Selalu syukur nikmat atas apa-apa yang diberikan Allah melalui tangan suaminya.

Seorang lelaki ketika telah menjadi suami sesungguhnya tiadalah rejeki diberikan oleh Allah kepadanya melainkan rejeki atas nama isteri dan anak-anaknya,
"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya” (Ath-Thalaq/65 : 7)

Dalam hadist Bukhari, dari Ibnu Abbas ra.
diriwayatkan,

“Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.” Para Sahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?” Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’”

2.Menyenangkan Suami

Ketika Hawa diciptakan bukan main senangnya Adam karna tidak lagi kesendirian melainkan sudah berpasangan,sudah menjadi adabnya seorang lelaki yang apa bila hati dan pikirannya dapat dibuat senang maka lelaki atau suami itu akan lunak.Lelaki pada dasarnya saat diciptakan hanya mempunya satu sifat yakni sebagai pemimpin tentulah yang demikian sudahlah barang tentu sifat minta dihargai sehingga mulai dari Adam pertama kali dijadikan pemimpin hanyalah iblis yang tak mau menghargai(berbuat senang) dengan berwujud.
Mematuhi perintah suami adalah bentuk terkecil menyenangkan suami.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.”

Menjadi manusia yang patuh sangatlah susah,terlebih menjadi seorang isteri yang patuh terhadap kemauan suaminya.
Namun ternyata bentuk kepatuhan atau ketaatan seorang isteri  terhadap suami (yang harus mendapat izin dari siami) bukanlah hanya seorang isteri hendak keluar rumah sahaja atau pun memasukkan orang lain(laki-laki)  harus mendapat ijin,berpuasa sunnah pun harus mendapat ijin dari suami.

“Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada, kecuali dengan seizinnya. Dan tidak halal memberi izin (kepada orang lain untuk masuk) ke rumahnya kecuali dengan seizin suaminya.” (HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026).

3.Tidaklah menyakiti suami dengan ucapan mau pun perbuatan.

Sudah menjadi kebanyakan tabiat lelaki
jika dikasar maka akan kasar jika dilembuti akan lembut,.karna lelaki itu mata tombak bukan gagang tombak.

Ketika lelaki telah memutuskan untuk menjadi suami maka pujian,perhatian ia harapkan dari isteri sebab bagi seorang lelaki bernama suami,isteri adalah tempat kedua setelah Allah untuk mengantungkan perasaannya.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang isteri menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya dari para bidadari Surga akan berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Celakalah dirimu! Karena ia hanya sejenak berkumpul denganmu yang kemudian meninggalkan-mu untuk kembali kepada kami.” (HR. Tirmidzi no. 1174)

4. Selalu ada  setiap saat untuk biologis suami

Jika tidak karna Adam yang dirayu Iblis melalui Hawa maka sesungguhnya tiadalah akan pernah ada kenikmatan biologis,hingga sampai terbuang dari surga dikarnakan pemakanan buah kenikmatan,di dunia terus berlangsung buah yang ditanam itu,jadi mengapa saat di surga mau tapi ketika tercampak di dunia sekarang turunan-turunan Hawa sering kali ingkar terhadap kisah sejati buah.sehingga

Dalam hadist Rasulullah bersabda ,Malaokat pun melaknat.

“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya maka hendaklah istri mendatanginya walupun istri sedang berada di dapur” (HR Tirmidzi).
Dan Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh." (HR Muslm).

Ke empat hal d atas tentunya bukanlah hal mudah untuk isteri mendapatkan ridha suami akan tetapi bukanlah menjadi hal yang sulit.
Penulis jadi ingat salah satu sahabat yang telah almarhum yakni saudara Bakti Siregar,beliau dengan pengaruh minuman keras pernah berkata(kira-kira 5 -8 tahun lalu saat penulis mengajaknya untuk mengurangani minuman keras).
Katakanya: "Surga isteri itu cuman patuh dan taat pada suami,sedangkan surga ku kucari sendiri karna ibuku sudah tiada maka akan kucari nanti ibuku di akhirat"

Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad

Sigondrong Dalamdiam 
×
Berita Terbaru Update