Dalam puisi ku selipkan
Rayuan terindah yang pernah kumiliki
Sebagai obat penawar hatimu yang terluka
Kala itu kau membacanya penuh hikmat
Dengan tahanan air mata
Dan dengan cobaan tersenyum paling tangguh
Sebagai tanda kau dan aku kan melangkah bersama
Namun hujan tak dapat disangka
Meski pun suasana ceria tampak semula
Ia yang pernah melukaimu jelma kembali
Menawarkan keindahan kasih sebagaimana dahulu
Tinggallah puisi yang kutulis itu menjadi sampah
Lumpur di mulut bibir mungil mu
Rayuan terindah yang pernah kumiliki
Sebagai obat penawar hatimu yang terluka
Kala itu kau membacanya penuh hikmat
Dengan tahanan air mata
Dan dengan cobaan tersenyum paling tangguh
Sebagai tanda kau dan aku kan melangkah bersama
Namun hujan tak dapat disangka
Meski pun suasana ceria tampak semula
Ia yang pernah melukaimu jelma kembali
Menawarkan keindahan kasih sebagaimana dahulu
Tinggallah puisi yang kutulis itu menjadi sampah
Lumpur di mulut bibir mungil mu
Aku kau nistakan senistanya
Dalam puisi ku tuliskan kini
Baitbait kata penuh duka
Setelah sekian lama kujaga setia
Akhirnya harus kuterima dilukai
Oleh orang yang pernah kurayu dengan indah
SigondrongDalamDiam
6Oktober2026
Dalam puisi ku tuliskan kini
Baitbait kata penuh duka
Setelah sekian lama kujaga setia
Akhirnya harus kuterima dilukai
Oleh orang yang pernah kurayu dengan indah
SigondrongDalamDiam
6Oktober2026
