Bulan di kertas yang basah
Pungguk patah sayapnya
Hari pun berzina
Kesunyian ini terlalu indah kurasa
Entah hitungan keberapa
Menyebut namamu terjadikan
asma
Aku gila dalam kesunyian
Yang tertitip seraut wajah
Terus berputar dan diputar
Sudut dan selasela kian dikejar
Menusuk dalam rindu yang di bina
Adakah getarnya kau rasa
Bulan di atas kertas basah
Pungguk meratapi sayap yang patah
Kekal sudah rasa yang kupunya
Menyunting wajahmu bertamasya pikiranku
Sigondrongdalamdiam
11 September 2015.
Astana airmata melangit mimpi
