Notification

×

Iklan

Iklan

Reinkarnasi Menurut  Filsafat SigondrongDalamDiam

Minggu, 06 September 2026 | September 06, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T17:06:39Z

SerbaSerbi SDD.06/09/2026.

Kematian adalah satu-satunya jalan akhir mengenai kepastian yang dimiliki setiap manusia dalam kehidupannya sebab itulah kematian  merupakan salah satu cara manusia menuju proses penyempurnaan hidupnya.


Walau kematian sampai saat ini menjadi alam misteri sepanjang kehidupan dimuka bumi karna belum ada manusia bercerita dari alam kematian mengenai alam kematian itu sendiri.

Secara logika kematian dapat dialgoritmakan dimana tubuh berhenti bernapas, dimana jantung berhenti berdetak disitulah kehidupan yang dijalani dikenal dengan kata berakhir.

Namun apakah benar semuanya itu benar-benar selesai?

Pertanyaan sederhana itu telah melahirkan berbagai keyakinan, filsafat, dan perdebatan panjang tentang apa yang disebut manusia sebagai kehidupan setelah kematian. Para Filsuf sendiri tidak sekadar memercayainya sebagai mitos, melainkan mengujinya secara rasional melalui argumen-argumen logis. Karna secara filsafat itu sendiri reinkarnasi itu adalah keyakinan bahwa jiwa atau esensi makhluk hidup tetap bertahan setelah kematian fisik dan terlahir kembali ke dalam wujud atau tubuh yang baru tentunya dengan logika dasar yakni segala sesuatu di alam semesta lahir dari kebalikannya. Sesuatu menjadi lebih besar karena sebelumnya lebih kecil; sesuatu menjadi panas karena sebelumnya dingin dan dengan jiwa hidup dan mati adalah dua hal yang bertolak belakang, maka kematian haruslah lahir dari kehidupan, dan kehidupan (kelahiran kembali) haruslah lahir dari kematian. Jika siklus ini berhenti, maka alam semesta pada akhirnya akan mati sebagai penerapan pada jiwa.

Filsafat Hindu  beranggapan reinkarnasi (Samsara) sebagai siklus kelahiran kembali yang digerakkan oleh hukum sebab-akibat atau karma. Tujuan akhirnya adalah mencapai kelepasan atau moksa, yaitu saat jiwa menyatu dengan Brahman dan terbebas dari ikatan duniawi.

Sedang dalam filsafat Buddha mengajarkan konsep tanpa-aku (anatman), yang berarti tidak ada jiwa tetap yang berpindah. Namun, proses kelanjutan terjadi melalui akumulasi energi karma yang menumbuhkan kesadaran baru di kehidupan selanjutnya, sementara itu Plato filasaf barat meyakini keabadian jiwa yang mengalami siklus inkarnasi berulang kali sebelum lahir ke bumi, jiwa manusia pernah berada di dunia ide dan melupakan pengetahuannya, yang kemudian diingat kembali lewat proses belajar (anamnesis). Alfred North Whitehead seorang filsafat modern menilai reinkarnasi merupakan proses melihat kesinambungan eksistensi sebagai proses dinamis dari transisi pengalaman dan peristiwa aktual, yang sejalan dengan gagasan perubahan berkelanjutan.


Lantas bagaimana dalam filsafat islam mengenai reinkarnasi?

Dalam islam tepatnya dalam alquran maupun hadist sejauh yang penulis ketahui tidak ditemukan kata reinkarnasi sebab kata reinkarnasi bukan kata atau bahasa dari bahasa arab. Reinkarnasi itu sendiri berasal dari bahasa  Latin yakni itu dari kalimat reincarnatio yang berarti " masuk kembali ke daging" atau " terlahir kembali dalam wujud fisik/tubuh yang baru.istilah  reinkarnasi ini awalnya muncul dalam teks-text Latin Kristen kuno (seperti reincarnatio) untuk membahas konsep penjelmaan atau perwujudan roh ke dalam tubuh fisik.
Yohanes 5:28-29
"...Sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal,etapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Meski pada dasarnya filsafat reinkarnasi itu sendiri banyak dibawa dalam keyakinan Hindu dan Buddha didalam bahasa sansakerta kitab weda yakni Purnabhaea atau Punarjanma yakni dari kata punar (lagi/kembali) dan bhawa/janma (menjelma/lahir). Inilah istilah Sanskerta yang arti harfiahnya paling pas dengan "kelahiran kembali" mendefenisikan kata reinkarnasi.

Namun walau pun dalam islam tidak ada kata dalam bahasa arab yang  merujuk istilah kata reinkarnasi dalam alqurna atau hadist sepanjang pengetahuan penulis namun dapat ditemukan kata yang merujuk pada وُلِدَ (Wulida)  Artinya: Ia dilahirkan يُبْعَثُ (Yub‘atsu)  Artinya: Ia dibangkitkan.

Seperti dalam filman Allah:
"'Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.surah Al-A'raf Ayat 25 atau dalam firman Allah: "Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali. surah Maryam Ayat 15 (Tentang Nabi Yahya) dan firma. Allah dalam surah Maryam ayat 33 (Tentang Nabi Isa)
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.".

“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 28).

Reinkarnasi Menurut  Filsafat Penulis

Reinkarnasi bukan sekadar cerita tentang manusia yang kembali menjadi manusia, reinkarnasi merupakan bagian dari perjalanan panjang kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali dari segi ilmu filsafat penulis menyakin bahwa reinkarnasi dapat dijelaskan dengan metode kematian menuju puncak kesempurnaan, penulis menyimpulkan bahwa kematian adalah anugerah terindah dari sang pemilik hidup sebagaimana hadiah terkecil yang diberikanNya kepada  mahluk hidup terutama manusia yakni Tidur. Reinkarnasi bagi penulis tak ubahnya seperti sipat(kepribadian) seorang bapak/ibu yang menitis atau manjalma pada anak-anaknya untuk mencapai kesempurnaan pribadi dan spiritual yang lebih tinggi dan itu terus berulang sepanjang generasi darah itu ada.


Penulis menyakini bahwa reinkarnasi itu benar-benar ada menurut keyakina penulis hingga kehidupan yang kita jalani sekarang bukanlah halaman pertama dari sebuah buku melainkan lanjutan dari bab-bab buku yang lupa kita mengingatnya karna kehilangan cara membacanya karna sangat panjangnya kisah penyempurnaan dengan cinta, kebijaksanaan, dan kebaikan yang pernah kita tanam.


SigondrongDalamDiam
×
Berita Terbaru Update