Waktu itu...
Bagaikan disayat sembilu bisa
Tutur yang terangkai membelah
Dari lidah yang mati rasa
Hingga memaksa kotoran di mata ini pergi
Dengan membawa laksa cinta
Berketul-ketul rindu untuk menyingkirkan gugusan bima sakti yang hendak muntah dari angkasa
Dikarnakan hadir
Pada hakikatnya dianggapkan alpa
Selama ini.
Lalu,..
Bersama kalam di dalam berhala
Menyambar cepat rupawan kenangan
Tanpa terniat teruslah jadi
Sebuah tugu tanpa bentuk
Dari puing-puing masa ayu
Tatkala saat itu hanya ada rindu
Yang terucap dalam setiap hembusan udara
Yang sempat membinasakan seisi jagat
Kocar-kacir kebanjiran air mata
Karna tingkah saling mencinta
Walau akhirnya padam pada pentas sesaat menyalin rupa
Kejamnya dunia fana purba
Menyesal pun percuma
Dari awal segumpal tanah liatnya
Hanya asu yang setia
Yang diciptakan dari pada kencing merasa mulia
Hingga sampai pada jalan nadi yang entah turun temurun ke berapa
Sudah tekat bekas tangan kanan pencipta
Memisahkan cinta menbuangkan rindu
Menaikan taraf mulia pendusta
Tinggal menunggu saja
Dari tanah liat kembali ke tanah yang menggeliat
Tanpa satu pun di bawa
Kecuali cinta,rindu dan setia
Tanpa dusta
Sigondrong Dalamdiam
20September2021
Bagaikan disayat sembilu bisa
Tutur yang terangkai membelah
Dari lidah yang mati rasa
Hingga memaksa kotoran di mata ini pergi
Dengan membawa laksa cinta
Berketul-ketul rindu untuk menyingkirkan gugusan bima sakti yang hendak muntah dari angkasa
Dikarnakan hadir
Pada hakikatnya dianggapkan alpa
Selama ini.
Lalu,..
Bersama kalam di dalam berhala
Menyambar cepat rupawan kenangan
Tanpa terniat teruslah jadi
Sebuah tugu tanpa bentuk
Dari puing-puing masa ayu
Tatkala saat itu hanya ada rindu
Yang terucap dalam setiap hembusan udara
Yang sempat membinasakan seisi jagat
Kocar-kacir kebanjiran air mata
Karna tingkah saling mencinta
Walau akhirnya padam pada pentas sesaat menyalin rupa
Kejamnya dunia fana purba
Menyesal pun percuma
Dari awal segumpal tanah liatnya
Hanya asu yang setia
Yang diciptakan dari pada kencing merasa mulia
Hingga sampai pada jalan nadi yang entah turun temurun ke berapa
Sudah tekat bekas tangan kanan pencipta
Memisahkan cinta menbuangkan rindu
Menaikan taraf mulia pendusta
Tinggal menunggu saja
Dari tanah liat kembali ke tanah yang menggeliat
Tanpa satu pun di bawa
Kecuali cinta,rindu dan setia
Tanpa dusta
Sigondrong Dalamdiam
20September2021
