Lalu
Malam menjadi lembaranlembaran kisah
Yang dingin jauh dari selimut
Menatap bulan dalam sofa kesakitan
Adakah matahari bersinar penuh rayuan
(2)
Pada doadoa yang mendiami awan
Yang di tahan angin
Aku menanti telanjang
Seperti orok keluar dari rahim
Hanya mengerti tangis
Pada pemilik awan
Perintahkanlah angin saling bergesekan
Agar terjadi badai
Aku menanti berpayung daun pisang
Seperti orok telah keluar dengan rahman
Hanya mengerti senyum
Dan senyum
Sigondrong Dalam Diam
19 September 2016
(3)
Bulan kian tinggi
Meninggalkan mata yang mulai memerah
Selepas hujan tadi
Apakah masih kau simpan bara saga
Jangan lalu tidur
Suara jangkrik masih lantang di luar jendela
Buka kembali mata dan hati
Agar beranjak tahu di atas sana bukan hanya langit yang sedang di tatap mesra
Ada hasrat yang melayanglayang
Ada juga isyarat yang tak sampai
Ini tentang aku dan aku
Yang berdialog satu arah
Sigondrong Dalam Diam
23 september 2016
