Monolog Senja
Dan...
Langit mulai mengulum gelita
Setelah seharian cerah bermarwah
Di penghujung senja raja
Kini kutemui awan menahan air matanya
Di tengah-tengan putaran-putaran burung dibawahnya
Kurasakan angin tiada merangkaikan sepoi
Sehinggakan mengundang gerah di dalam jaga
Para dedaunan terpegun paku
Tiada bergerak menandingi arca
Jalan-jalan masih sama
Ada yang datang ada yang pergi
Masih tetap belajar menerima apa adanya
Di tengah lelah mencari jalan pulang
Kau kah itu?
Yang menjunjung rupawan mengagungkan hartawan
Menghinadinakan suatu ketulusan
Bukan,bukan aku itu!
Aku hanyalah turunan sperma pikun
Tiada kental melainkan cair
Tiada daya dan upaya kecuali menerima
Sebabkan napas tiada tahu kapan berhenti
Asudahlah...
Kita masih sama
Sama-sama dibutakan
Hingga hilang di dalam terang
Sigondrong Dalamdiam
8Desember2021





