Notification

×

Iklan

Iklan

Mengulik Lebih Jauh Sosok Alm, Dr. H. Amarulla Nasution S.E,. M.B.A. Sebagai Tokoh Pendidikan Labuhanbatu

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB Last Updated 2026-07-31T14:31:17Z

Banyak orang yang meninggalkan harta namun hanya sedikit orang yang meninggalkan kesempatan bagi generasi sesudahnya untuk memperoleh ilmu dalam konteks inilah sosok Alm. Dr.H.Amarulla Nasution,S.E,. M.B.A. layak dikenang sebagai sosok yang membangun pendidikan bukan hanya untuk dirinya sendiri namun untuk orang banyak karna kemajuan sebuah daerah tidak cukup hanya dibangun terhadap gedung dan infrastruktur tetapi harus dimulai dari membangun manusia yang berpendidikan.

Bagi saya,gagasan seorang pendiri perguruan tinggi ini tidak semata-mata diukur dari seberapa besar bangunan kampus yang berhasil didirikan?namun berapa banyak manusia yang akhirnya memiliki kesempatan mengubah kehidupannya melalui pendidikan dan di titik inilah nama Dr. H. Amarullah Nasution, S.E., M.B.A, menjadi menarik untuk direnungkan mengingat petuah rumah yang baik basis serta fisiknya dimulai dari pendidikan karna pendidikan adalah awal mula meraih kehormatan dan kemapan hidup.


Siapa Sebenarnya Alm Dr.H.Amarulla Nasution,S.E, M.B.A., ?.

Biografi singkat:
Beliau lahir di sebuah dusun bernama Martopoan,Kelurahan Langga Payung, Labuhanbatu pada tangga 29 Juli 1943 dari pasangan almarhum H. Baginda Pinayungan Nasution dan almarhumah Hj. Sori Omas Hasibuan.

Beliau adalah salah tokoh di dunia pendidikan dari Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara, perjuangannya memberikan kesempatan kepada anak-anak di daerah untuk meraih gelar sarjana,mungkin hal ini merujuk berdasarkan penganglaman pendidikannya sendiri yang ditempuh tertatih-tatih dikarnakan keadaan ekonomi serta keadaan saat itu yang tidak seperti saat ini berkembangnya,di mulai sejak pendidikan dasar ,tingkat pertama serta tingkat menengah atas dikampung halamamya namun tidak dengan pendidikan akademiknya karna itu direraih di luar kampung halamannya gelar Sarjana Ekonomi dari Perguruan Tinggi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1971.

Sebelum dikenal luas sebagai pendiri Universitas Labuhanbatu, Dr.H. Amarullah Nasution S.E., M.B.A, memiliki pengalaman panjang sebagai aparatur pemerintah. Kariernya antara lain dimulai sebagai Direktur SMEA Negeri Tanjung Pura Langkat kemudian bertugas di lingkungan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, termasuk di wilayah Aceh. Kariernya sebagai PNS berakhir ketika ia menjabat Kepala Kantor Wilayah Ditjen Binaguna DepartemenTenaga Kerja Provinsi Irian Jaya, dengan pangkat Pembina Tingkat I (IV/b), sebelum pada akhirnya mengakhiri karier PNS atas permintaan sendiri pada 1981.

Beliau yang memang tak pernah puas akan kata belajar dan belajar dan dikenal sebagai sosok yang tak mudah menyerah dengan keadaan,sebab baginya jika ada niat maka sudah menjadi sebuah modal yang kuat dan hal itu beliau buktikan yang kemudian pendidikan berlanjut ke Amerika Serikat untuk meraih gelar Master lalu berlanjut meraih gelar Doktor  dari University Of Georgia, Athens dengan konsentrasi ilmu Manajemen Bisnis yang berhasil diraih masing-masing pada tahun 1989 dan 1993.

Belajar Dari Tertatih-tatih Terhadap Pendidikan Sendiri Membentuk Pribadi Memberikan Kesempatan Kuliah Anak-anak Di Daerah

Mahalnya biaya meraih gelar menjadikan suatu gagasan yang harus diwujudkan di daerah sebab jika harus menunggu negara untuk hadir mewujudkan akan terasa lambat, hal inilah yang mendorong seorang anak kampung bernama Amarulla untuk menghadirkannya yang mungkin pada waktu itu bagi sebagian orang adalah hal mustahil namun bagi beliau ini sebuah panggilan pengabdian untuk mencerdaskan.

Semangat semacam inilah dari sudut pandang saya membuat pendirian perguruan tinggi tersebut memiliki makna lebih dari sekadar mendirikan institusi melainkan merupakan bentuk pengabdian bukan hanya kepada kampung halaman tetapi kepada orang banyak.

Sejarah  Singkat.Berdirinya Universitas Labuhaabatu

Di mulai dari sebuah yayasan pendidikan 21 Maret 2007 yang mengembangkan sejumlah institusi pendidikan tinggi, antara lain STIE, STKIP, STIH, STIPER dan AMIK Labuhanbatu,pada perkembangan berikutnya, institusi-institusi tersebut digabung dan menjadi Universitas Labuhanbatu, yang disahkan lewat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 658/KPT/I/2019 pada tanggal 29 Juli 2019.

Lalu bertranformasilah STIE itu memjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis . STIE jadi Fakultas Hukum serta STKIP menjadi Fakultas Kegunanan dan Ilmu Pendidikan sedangkan Fakultas Sains dan Teknologi merupakan cakupan program studi baru yang kini diakui peringkat akreditasi " Baik Sekali ",dari Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika pada akhir Desember 2024, sementara itu, institusi Universitas Labuhanbatu sendiri memegang akreditasi dengan peringkat B.

Tentunya hal tersebut bukanlah pekerjaan yang dicapai dalam satu malam,karna dibutuhkan keberanian untuk memulai, ketekunan untuk mempertahankan, dan kesabaran untuk melihat hasilnya.


Warisan Terbesar Alm Dr.H. Amarulla S.E, M.B.A Bukanlah Sekedar Kampus

Menurut saya, terlalu sempit jika warisan Amarullah Nasution hanya disebut sebagai Universitas Labuhanbatu.sebab warisan yang sesungguhnya adalah budaya memanusiakan manusia lewat kesempatan pendidikan tinggi dengan biaya yang terjangkau namun kuantitas dan kualitas tetap visioner karna itulah perbedaan antara membangun untuk hari ini dan membangun untuk masa depan itulah yang disebut rumah yang baik basis serta fisiknya dimulai dari pendidikan karna pendidikan adalah awal mula meraih kehormatan dan kemapan hidup.

Seberapa Pentingkah Harus Di Kenang Pendiri Universitas Labuhanbatu?

Menghormati pendiri universitas jangan berhenti pada kegiatan seremonial, penyebutan nama, ziarah, atau acara mengenang jasa. semua itu penting sebagai bentuk penghormatan akan tetapi menurut saya bentuk sejati penghormatan yang paling tinggi kepada seorang pendiri perguruan tinggi adalah melanjutkan cita-cita dunia pendidikan melalui peningkatan kualitas instusi bukan hanya pada fisik bangunan.

Jika dahulu seorang Amarullah Nasution memikirkan bagaimana masyarakat Labuhanbatu dapat memiliki perguruan tinggi, maka generasi hari ini harus memikirkan bagaimana perguruan tinggi tersebut dapat menghasilkan manusia yang unggul bukan hanya lulus mengantongi selembar kertas ijazah.

Jika dahulu perjuangannya adalah menghadirkan akses pendidikan dengan murah dan mudah, maka perjuangan berikutnya adalah memastikan pendidikan tersebut bermutu.

Jika dahulu yang dibangun adalah institusi, maka sekarang yang harus dibangun adalah reputasi,integritas,inovasi,riset,kompetensi karna sejatinya universitas itu bukan sekadar menjadi tempat orang memperoleh gelar saja melainkan harus menjadi tempat lahirnya pemikir yang kritikus ,pendidik, pengusaha, profesional, peneliti dan pemimpin yang kelak mampu menjawab persoalan zaman dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Di situlah ukuran keberhasilan sebuah warisan pendidikan sebab seorang pendiri tidak hanya meninggalkan bangunan Ia meninggalkan standar moral yang harus dirawat tetapi harus dilanjutkan oleh generasi penerusnya.

Karena itulah bagi saya penghormatan paling tinggi kepada Amarullah Nasution bukanlah sekadar memasang namanya dalam berbagai seremoni melainkan merawat kewarasan pendidikan yang telah beliau tinggalkan, karna Sosok Dr.H. Amarullah Nasution S.E, M.B.A,. boleh mati tapi pemikirannya yang waras untuk pendidikan harus tetap hidup.

Terima kepada Alm, Dr.H. Amarulla Nasution S.E, M.B.A,. yang telah memberikan kesempatan untuk cerdas bagi generasi bangsa ini khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara.
×
Berita Terbaru Update