Setelah sepi pergi
Hampa kini menghakimi
Pada dalam diam ini
Mengutuknya sebagai malin kundang
Menatap ke muka
Aroma busuk menyengat mata dan telinga
Menghalalkan segala cara
Setelah hampa kini bersamanya
Kutatap kebelakang
Kuat ingatan sepi dan hampa memelihara
Pada bangkai yang bertulang dan bertungkai
Aku pernah menjadi wajah dari tiga surga
Rasanya tak adil
Di ujung senja ini yang kumenjadi hampa
Tersisih terasing hanya kerna benda
Yang kutahu wujud bendanya
Hanyalah petaka semata
Rasanya adil
Jika kisah malin kundang itu terulang kembali
Menjadi bukti surgasurga yang berbakti
Pada sepi dan hampa
Hampa kini menghakimi
Pada dalam diam ini
Mengutuknya sebagai malin kundang
Menatap ke muka
Aroma busuk menyengat mata dan telinga
Menghalalkan segala cara
Setelah hampa kini bersamanya
Kutatap kebelakang
Kuat ingatan sepi dan hampa memelihara
Pada bangkai yang bertulang dan bertungkai
Aku pernah menjadi wajah dari tiga surga
Rasanya tak adil
Di ujung senja ini yang kumenjadi hampa
Tersisih terasing hanya kerna benda
Yang kutahu wujud bendanya
Hanyalah petaka semata
Rasanya adil
Jika kisah malin kundang itu terulang kembali
Menjadi bukti surgasurga yang berbakti
Pada sepi dan hampa





