Malam menjadi panjang
Seakan dua kali gelapnya
Saat rebah satu kepala
Pada sebidang hamparan bernama dada
Kita pun menatap bulan
Walau ada bintang yang bersinar kecil di sampingnya
Bibir bertemu kening
Sedangkan tangan tak mau diam
Dengan kerajinan segala tangan
Terbelailah semua bersama kasih sayang
Tak jarang
Ada airmata yang mengalir
Takut usai gelapnya
Sedangkan berdiri belum siap menghadapi siang
Jangan aku kau tinggalkan
Sajak heroik yang sering kita bacakan
Tiap kali bercembu di malam yang panjang
Sigondrong Dalam Diam
28 Juli 2016
Astana airmata melangit mimpi





