(1)
Kau
Telah berhasil memisahkan ku dari sepi
Dan kau
Telah berjaya mengasingkan ku dari sepi
Hingga siang ku kemalaman
Malam ku kesiangan
Penuh ratapan memaki
Kau
Kini mencoba pisahkan ku dari hampa
Dengan berbagai dalih cinta-cinta
Walau kutahu tertafsir itu pura-pura
Demi harta
Demi puja-puja
Laknat
Kau menganggap dalam diam ini lemah
Tanpa kau tahu hukum karma
Terlaknat
Kita buktikan siapa yang diterima
Membaca puisi kelak untuk sepi dan hampa
Dihadapan sang pencipta
Sebabkan aku ada darah
Ibu ku sepi bapak ku hampa
Walau hidup ku di dunia ini terhina
Sigondrong Dalamdiam
17 Juni 2015
(2)
Mungkin kau puas
Dan teramat puas
Sepi yang kau pisahkan dariku
Telah kuratapi dengan dosa
Mungkin tak pernah puas
Dan tiada pernah kau miliki puas
Hampa pun mulai kau jauhkan dariku
Meninggalkan doa dari dalam diamku
Laknat
Lukisan yang kau torehkan melaknat
Laknat
Puisi yang tergoreskan terlaknat
Kau tak pernah tahu
Sepi itu adalah ibuku
Kau tiada mau tahu
Hampa adalah bapakku
Kita tunggu diantara kita
Siapa yang tangisan sampai ke surga
Kau aku tunggukan sajalah
Siapa di antara kita yang dilaknat surga
Sigondrong Dalamdiam
18 Juni 2015
Kau
Telah berhasil memisahkan ku dari sepi
Dan kau
Telah berjaya mengasingkan ku dari sepi
Hingga siang ku kemalaman
Malam ku kesiangan
Penuh ratapan memaki
Kau
Kini mencoba pisahkan ku dari hampa
Dengan berbagai dalih cinta-cinta
Walau kutahu tertafsir itu pura-pura
Demi harta
Demi puja-puja
Laknat
Kau menganggap dalam diam ini lemah
Tanpa kau tahu hukum karma
Terlaknat
Kita buktikan siapa yang diterima
Membaca puisi kelak untuk sepi dan hampa
Dihadapan sang pencipta
Sebabkan aku ada darah
Ibu ku sepi bapak ku hampa
Walau hidup ku di dunia ini terhina
Sigondrong Dalamdiam
17 Juni 2015
(2)
Mungkin kau puas
Dan teramat puas
Sepi yang kau pisahkan dariku
Telah kuratapi dengan dosa
Mungkin tak pernah puas
Dan tiada pernah kau miliki puas
Hampa pun mulai kau jauhkan dariku
Meninggalkan doa dari dalam diamku
Laknat
Lukisan yang kau torehkan melaknat
Laknat
Puisi yang tergoreskan terlaknat
Kau tak pernah tahu
Sepi itu adalah ibuku
Kau tiada mau tahu
Hampa adalah bapakku
Kita tunggu diantara kita
Siapa yang tangisan sampai ke surga
Kau aku tunggukan sajalah
Siapa di antara kita yang dilaknat surga
Sigondrong Dalamdiam
18 Juni 2015
(3)
Hingga pada waktunya
Dalam diam dianggap kebenaran
Apakah aksara tetap berubah
Menjadi angka-angka
Sampai pada masanya
Dalam kata-kata dijadikan pembenaran yang ada
Apakah kan tetap berubah
Aksara angka tanpa tanda dibaca
Kau
Yang sembunyi dari waktu ke waktu
Menuliskan sajak-sajak dengan menghilangkan urat malu
Demi harta tahta dan wanita
Lupa darah yang mengalir di antara kita
Kau
Yang menjadi bagian laknat terlaknatku
Demi waktu ke waktu menjadikan keakuan itu ratu
Lupa darah kita adalah satu Ibu
Laknat
Mungkin aku kumpulannya
Laknat
Yang dalam diam terus mengupat
Laknat
Adakah waktu yang melaknat
Sedangkan kita bagian dari
terlaknat
Yang lupa pada budi bernama sepi dan hampa
Yang melahirkan kita dari perzinaan suasana
Sigondrong Dalamdiam Melangit mimpi
20 Juni 2015
Astana Airmata Melangit Mimpi





