Seperti angin yang menyayatkan rindu
Oleh mata waktu
Pada satu waktu
Dalam diam tak menentu
Menorehkan bentukbentuk ambigu
Melukiskannya sebagai empati untukmu
Jeramku ing lena malumalu
Pada garis hitam yang bertamu
Aku adalah aku
Punyaku adalah punyaku
Punyamu tiada mungkin milikiku
Dalam titik putih masa itu
Saya adalah aku
Milikku adalah milikmu
Tiada lagi milikku dan milikmu
Hanya satu persinggahan
Dengan titipan
Semoga kan hilang
Kembali shangyang di sayang
Sigondrongdalamdiam
18 Juni 2015
astana airmata melangit mimpi





