Notification

×

Iklan

Iklan

Hadiri Jumat Berkah Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution,Ph.D. Rajut Silaturahmi Bersama Masyarakat Sioldengan

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-23T11:32:41Z

SerbaSerbi.SDD.22/5/2026.Labuhanbatu.
Langit siang di Sioldengan tampak teduh ketika langkah-langkah para jamaah meninggalkan Masjid Ummi Tardiyah usai menunaikan Sholat Jumat. Di antara wajah-wajah penuh syukur itu, hadir Rektor Universitas Labuhanbatu, Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution yang akrab di sapa Pak Ade itu turut larut juga dalam suasana hangat penuh persaudaraan.

Bukan ruang megah atau jamuan istimewa yang menyatukan mereka hari itu,melainkan hamparan kesederhanaan dengan kegiatan makan bersama yang diinisiasi Komunitas Berbagi Nasi Jumat (SIJUM) Rantauprapat. Di pelataran masjid, aroma nasi  bungkus di Jumat yang keramat bercampur dengan canda ringan dan percakapan tulus yang mengalir tanpa sekat.

Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D., tampak duduk bersila bersama masyarakat. Tak ada jarak antara akademisi mau pun layaknya orang kaya yang gila hormat semua terlihat apik sama derajat sebagai rakyat jelantah hanya yang tersisa rasa kekeluargaan yang tumbuh erat dari kebersamaan yang utuh. Di sela santap sederhana itu, perbincangan mengenai pendidikan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan mengalir hangat seperti sungai eden yang menyejukkan hati.

Bagi Rektor ULB hal ini, kegiatan berbagi seperti yang dilakukan SIJUM di Rantauprapat bukan sekadar rutinitas sosial. Lebih dari itu, ia adalah cahaya kecil yang menjaga tetap nyala sebuah  kepedulian di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak cepat.

“Momentum seperti ini sangat baik untuk mempererat hubungan antar sesama. Semangat berbagi dan kebersamaan harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai sosial dan budaya masyarakat Labuhanbatu,” ujar Ade Parlaungan Nasution dengan penuh ketulusan tanpa kebulusan.

Di tengah zaman yang kerap membuat manusia sibuk dengan dirinya sendiri, dimana zaman ini kembali lagi ke zaman-zaman yang hanya menuhankan harta dan diri sendiri Jumat Berkah di Sioldengan menjadi pengingat bahwa kehangatan paling indah lahir dari peduli yang akan membesarkan rasa kebersamaan saling memiliki. Sebungkus nasi mungkin tampak sederhana dan sebungkus nasi yang dibagi mungkin tak dapat membuat kenyang namun ketika dibagikan dengan hati, ia mampu menjelma bukan hanya kekenyangan melainkan menjadi jembatan persaudaraan yang menjadikan dekat tiada tersentuh jauh tiada berjarak.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu diharapkan terus tumbuh dan berkelanjutan, menjadi inspirasi bagi banyak kalangan untuk menanam benih kepedulian terhadap sesama. Sebab dari hal-hal sederhana seperti inilah, wajah kemanusiaan tetap hidup dan menghidupi di bumi Labuhanbatu.

×
Berita Terbaru Update