Hujan meretas hingga ke sudut bibirmu
Suasana dingin mencekam gedung pikiranku
Saat kau lempar anyaman senyum terakhir
Penuh tanda tanya menghampiri dalam diamku
Setelah panas yang membakar
Hujan itu menyadarkan kiblatku
Tentang surga yang ada di wajahmu
Aku menyesal
Tak sujud dalam cintaku
Sedangkan doamu selalu terhantar untukku
Sigondrong Dalam Diam
22 Mei 2016
Astana airmata melangit mimpi

Social Plugin