Namaku Mei
Aku dilahirkan oleh sebuah duka
Di antara jalanjalan ibu kota
Dimana trisaksi dan semanggi
Adalah pakaian hitam yang kukenakan
Akulah Mei
Yang sudah delapanbelas tahun
Tak pernah dikunjungi
Hingga mataku kian sembab
Dari rasa keadilan
Aku Mei
Yang telah dijarah hakku
Yang telah diperkosa
Dan dibunuh
Demi tumbangnya sebuah sistem
Akulah Mei
Anak kedua dari Supersemar
Dari ibu pertiwi Indonesia
Aku Mei
Hanya menjadi kuburan tanpa nisan
Di hamparan harkatharkat keadilan
Yang beradab menuju gelap
Pada rasa ketuhanan tuantuan itu
Sigondrongdalamdiam
22 Mei 2016
Astana airmata melangit mimpi

Social Plugin