Kilau yang mati
Di sebuah tragedi
Menyisahkan kenangan yang ngeri
Di antara waktu yang terus berlari
Seperti hebohnya sunatan massal
Kota ku tak tahu muasal
Maju tidak,mundur tidak sejengkal
Dikarnakan pemimpinnya kebanyakan otak kadal
Kau lihat
Satu titi pun menyisakan kenangan syahwat
Belum lagi jalan-jalan yang banyak jerawat
Sungguh
Sungguh ini membuat habis puisi yang lewat
Sebab dibungkus para anjing anjing penjilat
Aku mati
Mati pada kenangan yang ngeri
Dimana sungai ku tak lagi bisa menghidupi
SigondrongDalamdiam
26Juli2014,00:07.
Sepanjang jalan melangit mimpi





