Aku adalah suami
Yang dua puluhlima tahun
Tak pernah memberi nafkah
Ya.. Dua puluhlima tahun
Bukan dua puluhlima hari
Bukan dua puluhlima bulan
Melainkan seperempat abad
yang gugur satu per satu
Di hadapan isteri yang sama
Aku jugalah suami
Yang tak memberikan kasih sayang
Aku hanyalah memberikan janji-janji
Dan janji-janji itu tak pernah kuperjuangan
Walau pun itu untuk darah dagingku sendiri
Walau pun dibadanku tanda luka yang mencari nafkah itu masih membekas kuat
Meskin pun telapak tangan masih menyisahkan kapalan yang tak sekasar dulu
Yang apa bila dikoyak kulit luarnya mengeluarkan tepung
Aku adalah suami
Yang selalu menyembunyikan rapi-rapi
Akan lelahku
Akan sedihku
Akan harapan-harapanku
Akan ketakutanku menghadapi hari-hari untuk anak-anakku
Maka aku tak pernah menolak, Jika aku dikatakan suami pembohong
Suami yang tak pernah mengeluh
Suami yang tak mau tahu
Suami yang hanya memikirkan senangnya sendiri,kemauannya sendiri
Karna itulah baik menurut suami belum tentu baik untuk istri
Katamu
Dua tujuh tahun ini
Aku menjahit luka menjadi senyum,
Mengubah air mata menjadi tenaga,
Duapuluh tujuh tahun ini
Aku terus menggendong kehormatan anak-anak
Dengan pundak yang terus lapuk dan tangan yang tak pernah hilang kapalannya
Dua puluhlima tahun katamu
Aku tak memberi nafkah
Dua puluhlima tahun katamu
Aku dan anakanakku kau yang nafkahi
Kau lupa kalau duatahun lalu aku kehilangan penghasilan karna untai kata-katamu yang membinasakanku
Duapuluh lima tahun katamu
Aku tak memberi nafkah
Dua puluhlima tahun katamu
Aku dan anak-anakku kau yang memenuhu lumbung
Jika anak-anakku hidup karna air susumu itu benar
Tapi anak-anak ku tumbuh bukan karena kau menjadi pengalir nafkah
Melainkan ada keringat dan darahku yang jatuh
O...ternyata aku lupa
Kalau sudah tujuh tahun ini aku tak lagi mempunyai isteri
Sejak teguran itu dianggap penisdasan
Sejak larangan itu bagimu adalah belenggu
Maka lengkaplah tiga tahun aku telah kehilangan segalanya
Yang kuberi makan tak hanya dengan keringat tapi darah
Yang kuperjuangkan bukan hanya dengan cinta tapi juga nyawa,
Tuhan..
Aku lupa,
Duapuluh puluhtujuh tahun sudah
Duapuluhlima tahun yang diteringati dengan membabi-buta
Tak terima akan dilarangnya
SigondrongDalamDiam
11Juni2026
Yang dua puluhlima tahun
Tak pernah memberi nafkah
Ya.. Dua puluhlima tahun
Bukan dua puluhlima hari
Bukan dua puluhlima bulan
Melainkan seperempat abad
yang gugur satu per satu
Di hadapan isteri yang sama
Aku jugalah suami
Yang tak memberikan kasih sayang
Aku hanyalah memberikan janji-janji
Dan janji-janji itu tak pernah kuperjuangan
Walau pun itu untuk darah dagingku sendiri
Walau pun dibadanku tanda luka yang mencari nafkah itu masih membekas kuat
Meskin pun telapak tangan masih menyisahkan kapalan yang tak sekasar dulu
Yang apa bila dikoyak kulit luarnya mengeluarkan tepung
Aku adalah suami
Yang selalu menyembunyikan rapi-rapi
Akan lelahku
Akan sedihku
Akan harapan-harapanku
Akan ketakutanku menghadapi hari-hari untuk anak-anakku
Maka aku tak pernah menolak, Jika aku dikatakan suami pembohong
Suami yang tak pernah mengeluh
Suami yang tak mau tahu
Suami yang hanya memikirkan senangnya sendiri,kemauannya sendiri
Karna itulah baik menurut suami belum tentu baik untuk istri
Katamu
Dua tujuh tahun ini
Aku menjahit luka menjadi senyum,
Mengubah air mata menjadi tenaga,
Duapuluh tujuh tahun ini
Aku terus menggendong kehormatan anak-anak
Dengan pundak yang terus lapuk dan tangan yang tak pernah hilang kapalannya
Dua puluhlima tahun katamu
Aku tak memberi nafkah
Dua puluhlima tahun katamu
Aku dan anakanakku kau yang nafkahi
Kau lupa kalau duatahun lalu aku kehilangan penghasilan karna untai kata-katamu yang membinasakanku
Duapuluh lima tahun katamu
Aku tak memberi nafkah
Dua puluhlima tahun katamu
Aku dan anak-anakku kau yang memenuhu lumbung
Jika anak-anakku hidup karna air susumu itu benar
Tapi anak-anak ku tumbuh bukan karena kau menjadi pengalir nafkah
Melainkan ada keringat dan darahku yang jatuh
O...ternyata aku lupa
Kalau sudah tujuh tahun ini aku tak lagi mempunyai isteri
Sejak teguran itu dianggap penisdasan
Sejak larangan itu bagimu adalah belenggu
Maka lengkaplah tiga tahun aku telah kehilangan segalanya
Yang kuberi makan tak hanya dengan keringat tapi darah
Yang kuperjuangkan bukan hanya dengan cinta tapi juga nyawa,
Tuhan..
Aku lupa,
Duapuluh puluhtujuh tahun sudah
Duapuluhlima tahun yang diteringati dengan membabi-buta
Tak terima akan dilarangnya
SigondrongDalamDiam
11Juni2026





