Jelang matahari menjemput subuh
Selepas adzan berkumandang
Kau adalah cemas ku yang hadir yang kedua kali menghampiriku sebagai seorang lelakiDan cemas itu, pada akhirnya
Seperti langit menurunkan hujan paling lembut ke pundak ku
Kau lahir dengan tangis yang lantang kata ibumu
Membuat dada ku membusung
Kau tahu kenapa?
Karna kehadiranmu menjadikan ku lelaki sempurna di muka bumi dengan amanah-Nya
Kau adalah anak kedua
Yang sering belajar mengerti
Sebelum sempat dimengerti
Ketika kakakmu dipuji
Dengan senyum kecil yang kau paksa buat
Menjadikan itu buatku tersenyum padat
Aku masih ingat langkah kecilmu
Yang tertatih mengejar uluran tangan ku
Kau jatuh, bangun, jatuh , bangun
Namun tak ada tangis yang keluar
Apalagi airmata yang menetes
Kau kuat sebelum waktunya
Mungkin karna susu segala susu
Yang mengalir ditenggorokan mu
Dari susu ibu mu sampai air beras dicampur sedikit gula hingga susu pabrikan
Masuk aman ketenggorokan kecilmu
Bahkah.. aku masih ingat
Ketika kaki mu berdarah terkena pecahan kaca
Kau masih asyik bermain
Tak peduli darah yang sudah kemana-mana
Tanpa menangis, tanpa merasa sakit
Seolah rasa sakit sedari kecil kau telah kau latih menjadi rasa senang
Walau aku tahu kau bukanlah seseorang yang pandai memendam luka sendiri seperti aku
Tapi kau terus belajar seperti aku
Karna kau adalah kelakian ku
Saat ku tiada
Kau yang masih kecil begitu waspada
Menjaga ibu mu menjaga kakak dan adik mu
Kau begitu bijaknya dengan hati dan pikir mu
Dalam usia yang sekecil itu
Kau tumbuh tanpa banyak suara
Tanpa meminta dipahami
Karena sejak kecil terbiasa mengerti
Itulah genta paling nyaring dalam dirimu
Lalu,.. waktu berjalan
Bagiku tiba-tiba saja kau tumbuh menjadi remaja hingga kini dewasa
Dengan pundak yang terlalu cepat untuk memahami dan mengerti arti kecewa
Arti menjadi “yang harus mengalah”
Dan diam-diam kau belajar kuat tanpa ditemani
Dengan diammu yang teguh kau tersenyum paling sunyi bertahan untuk tetap selalu bahagia
Begitu bijaknya engkau dari kecil hingga dewasa
Sesuai harapan ku yang menaruhnya dalam namamu
Arif Genta Buana Sugi Putra
Karna kau adalah aku
Kau adalah hati dan pikiran ku
SigondrongDalamDiam
10Mei2026






