Hal inilah yang kini dialami seorang bernama Musa Rajekshah atau lebih dikenal dengan sebutan Ijeck, Ijeck yang saat ini tidak lagi menjabat ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Golkar Provinsi Sumatera Utara.yang telah usai masa bakti kepwngurusannya ditambah lagi di awal tahun 2026 tahun ini DPD Golkar Sumut akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah(Musda) sehingga dianggap perlu untuk menjaga objektivitas dan kelancaran penyelenggaraan Musda tersebut maka Dewan Pimpinan Pusat menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (Plt) untuk memimpin masa transisi guna pemilihan ketua definitif berjalan netral menggantikan Ijeck.Walau pun keputusan pemberhentian Ijeck dari kursi ketua Golkar Provinsi Sumatera Utara berujung pro dan kontra ditubuh partai berlambang pohon beringin itu sendiri di Sumatera Utara.
Dengan tidak lagi menjabat kursi penting dalam sebuah partai politik secara sudut pandang politik adalah seni yang penuh dengan intrik berakhirnya jabatan dan tanpa jabatan politik Musa Rajekshah maka itu adalah pertanda berakhirnya dominasi,kekuasaannya dan keluarga yang selama ini bersifat absolut lewat partai-partai politik dimana keluarga Shah berada.
Jabatan ketua Musa Rajekshah di partai Golkar Sumut bukan sekadar posisi struktural, melainkan pusat kendali arah kebijakan, konsolidasi kekuatan, serta simbol legitimasi politik di Sumatera Utara.Ketika posisi tersebut digantikan atau pun digeser secara otomatis terjadi pergeseran peta kekuasaan yang menguasai yang bukan hanya Medan area melainkan Sumatera Utara secara utuhnya. Walau pun secara struktual organisasi partai politik pergantian jabatan posisi kursi ketua adalah hal yang biasa sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sebagai cerminan Demokrasi itu sendiri.
SigondrongDalamDiam


Social Plugin