Aku terdiam,menahan airmata
Menyaksikan penggusuran paksa
Di tanah-tanah gembur yang dulu diberi cap negara
Kini diberi tanda tangan dan kode Hak Guna Usaha
Yang memuat kapan berlaku
Kapan berwaktu dan kapan berakhir.
Tapi anehnya?
Waktunya mati
Kuasanya masih berjalan berlaku.
Kutanyakan pada buldoser
Yang dikawal aparat seragam lengkap
“Kau mau ngapai datang kemari?,
Bukan jawaban yang didapatkan melainkan diratakan semua yang menempati
Hak Guna Usaha itu telah selesai,
Seperti kalender yang habis penanggalan bulan
Namun mengapa bisa?
Sepatu-sepatu aparat
Menginjak tanah-tanah leluhur kami
Dan memaksa kami yang mengangkat kaki
Aku bertanya pada langit
Siapa yang berdaulat,
Undang-undang atau uang?
Siapa yang berkuasa,
Masa berlaku atau masanya cukong berani membayar pejabat?
Rupanya kini masanya repot ngasih bukan masanya refornasi.
Jadi wajar tanpa pengecualian,
Bila izin telah mati
Atasnama cukong yang tak merepotkan ngasih kepada pejabat yang menerima bagi-bagi
Rakyat itu di usir dari tanah leluhurnya sendiri.
Merdeka!
Merdekalah para bangsat repot ngasih di masa reformasi
SigondrongDalamDiam
28Januari2026


Social Plugin