Setelah cinta pertama
Yang berlabuh dalam kelukaan
Aku menjadi sebogkah arca
Saat itu.
Bagaikan perahu kertas yang rapuh
Aku mengarungi arus sekujur basah
Sekitaran hanyalah hampa
Gelap menyesakan yang ada
Sampai pada suatu waktu
Dari kursi yang paling belakang
Di tepan kutatap sebuah ekpresi bibir menganga
Begitu indah penuh seninya
Hingga kutorehkan pada sebidang karton putih
Ditap pulang sekolah
Menjadi sketsa sebuah wajah hitam putih
Didinding kamar usangku apik terpajang
Sebelum tidur kupandang
Bangun tidur kutatap dalam
Pelan namun pasti indera sebongkah arca pulih kembali
Dari sebongkah arca hampa
Aku kembali dihidupkan kedua
Lewat bibir yang mengangga
Luka itu berangsur pulih bernuansa
Walau nama dan wajahnya belum dapat kulupa
Lekat dalam hati dan pikiran
Pertama mengenal cinta pertama pula dipaksa terluka
Ternyata angin yang berhembus menyejukan
Dan sinaran yang menerpa kedua kali inu pun tiada berbeda
Aku harus kembali menjadi arca
Tanpa senyum walau ada tawa gembira yang terpaksa
Gadis dengan bibir menganga
Yang tingginya kurang lebih 180meter
Jika tersenyum terlihat lesung pipinya
Jatuh cintaku yang kedua kepadanya
Menambahkan luka pertama
SigondrongDalamDiam
22Juni2025


Social Plugin