Lewat rintik yang baru usai
Di sebuah beranda tanpa sofa
Lidah tak bertulang lantang berkata
Mengkobarkan arti hitamputih dunia
Di mana jalannya pun masih menumpang adanya
Jalan tikus penuh parfum dusta
Melewati air rintik yang kian meresap ke tanah
Masih di beranda tanpa sofa
Penghujah itu bagai babi buta
Lupa cermin menaruhnya tiada tepat di depan wajah
Buruk sangka adanya
Buruk di sangka kadarnya
Mencium tangan lupa kaki menjejak di tanah
Penghujah...
Sigondrongdalamdiam
Astana airmata
31 Mei 2017

Social Plugin