Ketika para pejuang
Lupa warna benderanya
Bukan salah pandangan matanya
Namun hanya ingat yang diperjuangkannya,
Sejengkal!
Ya,sejengkal perutnya
Yang haus dan lapar
Maka berteriak yang lantang
Berjuang di atas penderitaan orang lain
Perutnya yang bunyi.
Saat para pejuang berkata diri pengabdi tanpa batas
Bendera ibu pertiwinya pun lupa warnanya
Berlakukan bicara salah mata melihatnya?
Sedangkan umur pejuang tiada batas usianya.
Pejuang sampah
Bersembunyi di ketiak penguasa
Demi sejengkal perut perjuangannya
Pengabdian menyampah
Rela berjuang demi sejengkal perut kawanannya
Bukan ibu pertiwinya
Yang merah putih
Sigondrong Dalam Diam
07 Juli 2017

Social Plugin