Diko


Napasmu terhenti
Rasaku yang mati
Memungut kembali lembar demi lembar
Pada tawa dan senyummu yang riang
  

  

Kau yang telah pergi
Kepangkuan sang illahi 
Menyeretku pada satu mimpi
Kehadiranmu adalah abadi

Tangis menghujan
Sedih menghadang
Pada bilangan lima juni dua ribu lima belas
Tuhan memanggilmu 

Diko 
Kalau gajahmada kecilku 
Yang tegar bertarung melawan penyakit
Pada pembuluhpembuluh syarat di pikiran 

  
Diko 
Ketangguhanmu adalah cermin yang tiada retak
Akan kuasa Tuhan
Tentang kasih sayang
Manusia hanya bisa merancang
Tuhan jua yang menentukan
Berselimut kafan

 
Kau adalah lukisan seorang ayah tentang cinta
Yang akan kukenang
Sampai Tuhan mengumpulkan kembali kita
  

Sigondrongdalamdiam
02 Februari 2016
Astana airmata melangit 
mimpi

#Untuk Seorang Ayah yang  kehilangan putranya bernama Diko