Saat teduh menerpa secuil angan dalam diam
Bisu senyummu membawa gundah sebukit rinduKau gunting lipat mimpi yang di rancang
Bersama ragu yang kau eluelukan
Matilah penyaksi di taman kesetiaan
Membakar bayang sekumpulan asa yang terbuang
Keras membatu meninggalkan coretcoretan yang datar
Dan rindu pun memahat angan
Akan seinci harap yg tersimpan rapi
Lagulagu tanpa irama
Mengiringi langkah yang terasa lama
Di sini di bait kata kuldesak
Ku bujuk minda menciptakan puisi hidup yang tak salah letak
Walau bayang membayang ngeri selalu mengertak
Namun senyum indah nan misteri
Selalu saja mampu menepis gelora di dada yang sesak
Disini di seribu satu pilihan hidup yang menghidupi
Walau semuanya berawal dari angan
Namun sejuknya angin pasti dirasa
Hingga timbul insting untuk berbagi
Melupakan budi dan sudi
Hingga terbangun astana rela
Mengharap sama kokohnya bagai ka'bah
Walau indahnya tak sama seperti sejuknya air zamzam
Namun inilah perjuangan
Maju harus,mundur jangan
Kalau pun bertahan itu belum dekat pada kemenangan
Kalau tak ada kata alhamdullilah
Sebaiknya kata ampunan
Astafirullahullazim
Dalam katakatamu
Dalam diammu
Di dunia
Sigondrong Dalamdiam


Social Plugin