Tolong tunggu!
Proyek anda hampir selesai
Katamu:
Revolusi tak selalu datang dengan senjata,
kadang cukup dengan keberanian
untuk berkata:
"Tidak lagi"
Katamu lagi,
Tak perlu proposal tapi nyatanya
Berunding dengan perampok dirumah sendiri
Tidakkah cukup setangkup rindu yang dibawa itu
Untuk membuat siapa saja ingin kembali mengunjunginya
Pulanglah...
Pulang.
Ketempat dimana kau diterima dengan senyum dan hati yang terbuka
Pulanglah...
Pulang.
Ke rumah tua di Sioldengan
Dunia kita yang punya
Untuk yang di atas awan
Atau mungkin saja di bawah bumi
Kau bisa saja merasa sepi dalam keramaian
Seperti kebun mawar kini berganti menjadi kebun bougenville
Itulah cinta, simfoni akal dan hati
Kisah lain di balik perang itu
Tahu kenapa?
Karna lebih banyak kewajiban dan larangan
Dari pada hak dan kebebasan
Sehingga membuat terdapat lebih banyak pertanyaan daripada jawaban
Sebelum kita semua kembali ke senja di tanjung pinggir yang paling pinggir dan tepi
Ade Parlaungan Nasution
2025
*puisi ini adalah kalimat-kalimat Banganda Ade di dinding fesbuknya, Sebagai penyusun aksara mati kalimat-kalimat ini diubah menjadi puisi sebagai kado Milad beliau yang ke 57tahun.
Selamat Milad ya Bangandaku.
Panjang Umur, sehatsehat dan bahagialah selalu dalam rahmatan Kanjeng Gusti Pangeran.
Allahumma Sholli Ala Muhammad.
Aamiin.


Social Plugin