Pisah (2)

 



Dan

Kita menjadi asing

Pada maha kuasanya kata cinta

Kau lipat senyum memalingkan wajah

Sehingga rindu seakan binasa 


Kau

Telah membakar segala berkas

Tentang rupa kulit sang waktu

Yang terlalui hujan badai 



Tunggu!

Tidakkah kau ingat selarik puisi

Yang kita baca hingga terbata-bata

Aku ada kerna kau ada 


  

Kini

Kita menjadi insan yang asing

Setelah maha kuasanya cinta

Kita diam berpura-pura

Menyisir rambut masing-masing

Sampai pada batas kepala itu tertutup kain

Maafku hatur bersama cinta yang terasing 


Sigondrongdalamdiam

19 Januari 2015

Astana airmata melangit mimpi