Kala pertama kulihat wajahmu
Dibawah terik lapangan sekolah
Dengan pipi yang merah merona
Tenang bersahaja berjalan sebagai dirigen upacara
Sejak mulailah saat itu
Terus saja hadir wajahmu
Mengusik tiap jaga lena ini
Membuat hari-hariku tak menentu
Mulailah kutanya siapakah gerangan dirimu
Siapa namamu dimana rumahmu
Apa agamamu siapa orangtuamu
Walau tak mudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu
Waktu berlalu begitu cepatnya
Diam-diam aku terus merindukanmu
Namun lidahku tak mampu mengucapkan sayang
Dan aku pun mengerti apakah aku jatuh cinta pada waktu itu
Jujur kuakui engkau gadis yang mampu membuatku menjadi bodoh
Tiap bertemu debar jantung kencang
Serasa mau pingsang ketika kau torehkan lirikan mata dan senyuman
Pertama sebagai lelaki
Aku tak mampu gagah menghadapi
Begitu hebatnya sinaran yang beri
Membuat hari-hariku berwarna
Sampai kau pun pergi
Aku bagaikan mati
Menjalani hari tanpa sinar
Walau nama dan wajahmu lekat hingga sekarang
Kaulah cinta yang pertama
Yang tercipta tanpa suara
Kaulah cinta yang pertama
Yang membautku mengenalkan arti luka
SigondrongDalamDiam
19Juni2025


Social Plugin