(1)
Akal...
Menjadi mahluk hidup
Saat ditinggalkan hati sebagai jiwanya
Bergentayangan antara selangkanganselangkangan tanpa batas
Menenggelamkan senja sebelum waktunya
Akal...
Bentuk yang tiada tersentuh
Dapat menyentuh surga surgawinya dunia
Lalu terpuruk sampai pencapaian pada sebongkah kayu papan bertuliskan nama
Surga yang tertinggal
Dari waktu yang terbuang dari tersisa
Mati...
(2)
Sembilan bulan lamanya
Menumpang hidup satu napas
Berjalan sama duduk sama,tidur sama hingga makan dan minum pun sama
Penuh cinta dijaga
Penuh rindu terjaga
Hingga menatap dunia dengan pekik tangis yang dasyat
Masih juga sama rasa itu diberikannya
Lalu,kita membesar dan membesar
Pelan dan pasti kita jauh dan menjauh
Jasat yang sembilan bulan menanggung itu
Masih sama rasanya terhadapmu
Dahulu kita dijaganya
Penuh rasa yang sama
Sekarang kita menjaganya
Samakah rasa yang diberikannya
Surga itu menjadi tertinggal
Tak kala akal itu dikuasai napsu
Lupa asal dari sembilan bulan itu
Ibumu...
Ibumu...
Ibumu...
Ada surga ditiap getarnya
Ibumu...
Ibumu...
Ibumu...
Menjadi surga yang tertinggal saat kita lupa akan nafkahnya
Sigondrong Dalam Diam
15 Juni 2017
Astana airmata

Social Plugin