Fitnah 2



 
Angin pernah singgah lama dalam dadaku
Mengadukaduk ulu hatiku
Mataku memerah harihari pun menghitam
Yang terbayangkan hanya membalas dendam

 
Lalu aku duduk di atas altar
Dimana tiada perjamuan kudus
Kudongakkan kepala pada kiblat masa datang
Dan tersadar angin bagian dari kehidupan

 
Aku tertunduk malumalu
Angin yang nakal itu terputuskan tetap kusimpan
Pada tempayan keyakinan
Untuk menempuh jalan menuju puncak awan

 
Sigondrong Dalam Diam
11 Oktober 2016