Angin pernah singgah lama dalam dadaku
Mengadukaduk ulu hatiku
Mataku memerah harihari pun menghitam
Yang terbayangkan hanya membalas dendam
Lalu aku duduk di atas altar
Dimana tiada perjamuan kudus
Kudongakkan kepala pada kiblat masa datang
Dan tersadar angin bagian dari kehidupan
Aku tertunduk malumalu
Angin yang nakal itu terputuskan tetap kusimpan
Pada tempayan keyakinan
Untuk menempuh jalan menuju puncak awan
Sigondrong Dalam Diam
11 Oktober 2016

Social Plugin