Aku tak dapat menulis puisi cinta
Sejak rindumu tak mampu kutangkap bersama angin di dalam diamku
Dan itu menjadikan airmataku tertahan dikelopok mata ini yang beranjak purba
Begitu juga isak yang tertahan dalam mulut yang tertutup lidah terkatup
Kesemua itu ingin kulepaskam bersama lelah
Sambil menjerit sepuas mau
Perjalanan ini menjadi siasia
Sebab dalam pikirku yang semakin mendekati senja
Semakin habis segala siksa
Semakin kering airmata
Namun tidak,tidak demikian untuk menemui kodrat
Diwaktu yang lebih banyak terbuang dari tersisa
Kerugianku paling parah hanyalah meletakkan rasa rindu pada cinta yang salah
Dan aku pun tak menyesali itu
Sebagaimana pohon yang rantingnya patah dimakan usia
Akar tiada pernah menyalahkan mau pun menyesalinya
Karna bukan tiada lagi peduli akar
Melainkan mungkin sudah menjadi kodrat
Sebab perjalanan sebatang pohon
Telah pun menjalani nasib
Dihantam angin segala arah
Dihempas hujan menyeruduk tiap rimbun daun
Bahkan diterpa terik yang tiada bersahabat
Sudahlah...
Kusimpan saja puisi cintaku
Sampai lahat itu memelukku
Mungkin rindumu kutemukan disana
Sigondrong Dalamdiam
15Mei2023

Social Plugin