Membaca puisimu
Aku mencari mampu
Pada bidang tanah gembur
Tiap sudut terjadi kombur
Menghayati puisimu
Aku diam menakar mampu
Dalam hamparan taman yang nganggur
Tebing-tebing babak belur
Akh...
Bagai kau hantam
Tiap persegi yang tak melingkar
Dari ibu yang berbalut sepi
Sampai bapak yang kian hampa
Akh...
Seakan kau tampar
Pekak yang ada
Di ujung senja
Pada puisimu
Ada jiwa
Yang berjiwa
Senyum ketawa
Dalam puisimu
Bermakna bicara
Tentang jiwa
Ditimpa raga
Melenggang
Tak perlu tunggangan
Hoki atawa
Hepi senyawa
Menggeleng
Dalam diamku geleng-geleng
Rambut memutih
Mata masih jernih
Pada jiwanya
Untuk aksaranya
Dalam karyanya
Tujuan niat hatinya
Sigondrongdalamdiam
03 April 2015
Rantauprapat.

Social Plugin