Angin
Yang menampar ruang tanpa batas
Seolah semangkin tahu
Celah itu rapuh
Api
Yang berkobar dari kemarin
Surut kian berpantang
Tak mengalahkan tuan punya pedang
Air
Menjadi bahan langka
Takala diputuskan tanpa sajadah
Menyepit tiap-tiap insan bernyawa
Tanah
Seolah menyisahkan keping
Untuk dihayati dalam moment penting
Tanah,api,air dan angin , semua harus dibayar sinting
Negeri yang serba miring
Pemimpinnya beradu perut bunting
Sigondrongdalamdiam.28maret2015 .Rohil Riau.

Social Plugin